DAERAH

Penjabat Direksi Dalami Isu ‘Setoran’ Karyawan yang Masuk di PDAM Makassar

PDAM Makassar/Ilustrasi.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Penjabat Direksi PDAM Kota Makassar terus melakukan upaya pembenahan terhadap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar.

Setelah melakukan ‘resetting’ di beberapa jajaran diantaranya Kepala Bagian (Kabag), Kepala Wilayah (Kawil), Kepala Seksi (Kasi) hingga Kepala urusan pelayanan, kini Penjabat direksi akan menelusuri  informasi yang beredar di masyarakat terkait isu adanya pembayaran atau pungutan untuk menjadi pegawai PDAM.

“Kita membenahi terkait isu-isu orang yang membayar dan nyogok-nyogok untuk jadi pegawai di PDAM,” kata Penjabat Direksi Beni Iskandar kepada redaksi edunews.id, Senin (03/01/2021).

Dirinya menegaskan, hal tersebut ia lakukan agar kedepannya Perumda Air Minum kota Makassar mampu menjadi lebih baik dari saat ini.

“Saya pikir kita harus sepakat bahwa PDAM kedepannya harus lebih baik dari sekarang,” tambahnya.

Beberapa waktu yang lalu,  juga  belasan karyawan PDAM tidak lagi diperpanjang masa kontraknya setelah  kontrak kerja telah berakhir.  Beni beralasan, langkah tersebut diambil untuk dalam rangka pembenahan dan penataan Perumda Air Minum atau PDAM Kota Makassar tersebut.

Dirinya juga menegaskan jika langkah tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Terkait pemutusan perpanjangan tenaga kontrak yang di PDAM, semua itu sudah melalui mekanisme sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Lanjut Beni Iskandar, yang akrab disapa Om Ben, langkah tersebut juga  merupakan komitmen penataan Perusahaan Daerah (PD).

“Semua ini adalah bagian dari penataan total BUMD, menandakan pejabat direksi yang diberi amanah sudah mulai bekerja melakukan penataan terhadap Perumda PDAM, dan akan berlanjut dalam rangka rasionalisasi karyawan dimana rasio karyawan sudah tidak memenuhi syarat dan sangat membebani perusahaan,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top