EDUNEWS

Rektor UII Yogyakarta 1994-2002, Zaini Dahlan Tutup Usia

Zaini Dahlan

MAKASSAR, EDUNEWS.ID– Mantan rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta periode 1994-2002 Prof. Zaini Dahlan berpulang ke Rahmatullah pada usia 91 tahun di RS Sardjito Yogyakarta pukul 2 dini hari tadi, Sabtu (14/1/2017).

Jenazah pegiat pendidikan senior kota pelajar ini ba’da Dzuhur telah diberangkatkan menuju kota kelahirannya Temanggung, Jawa Tengah, untuk disemayamkan.

“Pendekatan yang humanis bercampur nilai-nilai keislaman, itulah yang sangat kentara dari almarhum pak Zaini dalam mengembangkan dunia pendidikan di perguruan tinggi Yogya,” ucap Prof. Mudzakkir, Guru Besar Fakultas Hukum UII., dikutip dari aktual.com

Semasa kepemimpinan almarhum di UII, Mudzakkir menilai almarhum merupakan sosok yang berkarakter, setiap problem dihadapi secara dingin.

“Beliau kalau memimpin itu cool, mungkin karena jiwanya memang begitu,” tambahnya.

Sang Guru, julukan almarhum, yang di akhir masa hidupnya aktif menulis dan berdakwah pernah menjabat juga sebagai rektor UIN Sunan Kalijaga, membantu UGM membuka Jurusan Sastra Arab serta sempat mengepalai Kanwil Depag Provinsi Jabar di tahun ’73.

Pria kelahiran 25 Desember 1926 ini meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Di masa Orde Baru, ia pernah dipenjara 3,5 bulan lantaran dituduh ingin menggagalkan Ganefo, ajang olahraga internasional tandingan Olimpiade bentukan Soekarno.

Salah satu kutipan almarhum Zaini Dahlan yang terkenal adalah: “Setiap manusia diberi kemampuan. Kalau manusia merasa rugi, itu artinya dia berkhianat pada dirinya, pada Tuhannya.”

AKT

To Top