Pendidikan

500 Kepala Sekolah akan dapat Pelatihan Manajemen dari Pemerintah

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Lebih dari 500 kepala sekolah akan diberikan pelatihan manajemen sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan jumlah kepala sekolah tersebut bisa rampung diberikan pelatihan tahun ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan, pelatihan manajemen sekolah bagi kepala sekolah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk merealisasikan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kepala sekolah yang mendapatkan pelatihan tersebut nantinya merupakan berasal dari sekolah-sekolah rintisan PPK yang telah ditetapkan Kemendikbud.

“Tahun ini masih 542 sekolah rintisan yang kepala sekolahnya kita latih, tahun depan ada 1500 kepala sekolah dan terus bertambah hingga seluruh sekolah SD dan SMP di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, kemarin (8/11/2016).

Dia menuturkan, sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memulai pelatihan kepada sejumlah kepala sekolah.

Tahap I telah berlangsung pada 27-29 Oktober 2016 dengan 200 peserta kepala sekolah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 12 Provinsi, meliputi Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Tahap II berlangsung 1-3 November 2016 dengan 183 peserta Kepala Sekolah SD dan SMP dari 10 provinsi yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, NTB, dan NTT.

Tahap III berlangsung 7-9 November 2016. Kali ini pelatihan diberikan kepada 125 kepala sekolah dari 14 provinsi yaitu Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan.

Muhadjir menyebut, pola penguatan karakter di masing-masing daerah berbeda-beda tergantung potensi yang dimiliki daerahnya.

“Itulah sebabnya kepala sekolah harus menjadi manajer yang kreatif dan inovatif,” ucapnya.
[PR]

To Top