EDUNEWS

Agar Proses Belajar Maksimal, Guru Harus Tingkatkan Kompetensi Akademik-Pedagogi

PADANG, EDUNEWS.ID — Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat Dr Yasnur Asri meminta para guru untuk meningkatkan kompetensi akademik dan pedagogi-nya agar proses belajar mengajar berlangsung maksimal.

“Untuk kesuksesan proses belajar mengajar guru sebagai tenaga pendidik yang berhubungan langsung dengan peserta didik harus memiliki keahlian khusus atau kualifikasi khusus (akademik) dan kemampuan pemahaman terhadap peserta didik (pedagogik),” katanya di Padang, Jumat (26/11/2016).

Ia menilai saat ini banyak guru yang kurang terampil dalam mengajar, dan kurang terampilnya guru tersebut karena lemah di bidang akademik dan kurang menguasai pedagogi sehingga menjadi hambatan tersendiri dalam proses belajar mengajar.

Di sinilah guru penting memiliki kompetensi akademik agar dapat menjelaskan kepada siswanya tentang ilmu yang akan dipelajari.

Selama ini karena guru tidak memiliki kompetensi akademik dan pedagogi kebanyakan guru hanya memerintahkan siswanya untuk membaca dan mengerjakan tugas-tugas yang sangat banyak, jarang sekali menjelaskan tentang pelajaran di depan kelas.

Terkait kompetensi pedagogi, kata dia, juga diperlukan karena dalam proses belajar mengajar harus ada seni pembelajaran agar dapat menarik minat siswa untuk mempelajari ilmu yang diberikan. “Guru menjadi tokoh sentral yang berfungsi bagaimana agar murid tertarik dengan ilmu yang diberikan,” ujar dia.

Jadi tugas seorang guru bukan hanya sekedar membagikan ilmu kepada siswanya, lebih dari itu prosesnya harus ditunjang dengan kompetensi akademik dan pedagogi yang baik.

“Untuk keberhasilan transfer ilmu itu memang diperlukan latihan dan pelatihan terhadap guru agar lebih profesional dalam tugasnya,” kata dia.

Selain itu pihak terkait seperti Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), pemerintah, dan perguruan tinggi perlu memberi perhatian lebih pada peningkatan kemampuan guru. LPMP perlu terus menggelar pelatihan dan perguruan tinggi ke depan juga dituntut menghasilkan guru-guru yang memiliki kemampuan mendidik, bukan sekedar mengajar.

Sumber : Antara
To Top