Kampus

Itje Chodidjah : SNMPTN Lebih Baik Ditiadakan

JAKARTA, EDUNEWS,ID – Pengamat Pendidikan Itje Chodidjah mengatakan praktik memanipulasi nilai rapor siswa kerap terjadi tapi sulit dibuktikan. Pasalnya, nilai rapor masih dilakukan secara manual sehingga dengan mudah guru bisa mengubahnya. Menurut dia, guru melakukan hal tersebut untuk menjaga gengsi sekolah seperti akreditasi dan pandangan dari masyarakat.

“Sekolah itu memberi nilai tinggi agar lolos SNMPTN. Kemudian ada lagi kesalahan lain, anak-anak yang tidak mungkin terundang (lolos SNMPTN) karena tinggal di kota besar, kemudian pindahlah mereka ke daerah lain, dan ini terjadi. Saya menyaksikan sendiri. Secara tidak langsung (manipulasi rapor) ini merugikan anak, hanya membahagiakan sesaat. Ketika masuk kuliah tidak bisa bertarung. Saya kira hapus saja SNMPTN karena siswa yang lolos melalui jalur tersebut tidak merepresentasikan kualitasnya,” katanya, Selasa (24/1/2017).

Itje menegaskan, tujuan utama dari SNMPTN adalah untuk pemerataan mahasiswa, agar siswa di daerah tertentu memiliki kesempatan untuk masuk PTN.

“Namun sepanjang nilai rapor belum mencerminkan kualitas anak-anak, lebih baik pakai satu cara, SBMPTN saja. Karena kampus ini mempertaruhkan kualitas SDM bangsa. Jangan berpikir pemerataan, adil atau tidak, tapi mementingkan kualitas. Selama ini, nilai rapor sudah tidak mencerminkan kemampuan siswa karena sekolahnya memanipulasi,” katanya.

Pada tahun ini, pemerintah telah mengurangi kuota SNMPTN dari 40% pada tahun lalu menjadi 30%. Jadwal SNMPTN dimulai dengan pengisian dan verifikasi PDSS (14 Januari-12 Februari), pendaftaran (21 Februari-6 Maret), proses seleksi (16 Maret-15 April), pengumuman kelulusan 26 April dan pendaftaran ulang peserta yang lulus pada 16 Mei 2017.

To Top