Pendidikan

Karakter Bangsa Dinilai Mulai Rusak, Jokowi Bikin Inpres GNRM

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Dalam Inpres yang diterbitkan 6 Desember 2016 itu tertuang tujuan GNRM adalah memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan melaksanakan Revolusi Mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

“Revolusi mental di bidang pendidikan menjadi perhatian serius Mendikbud. Salah satunya melalui gerakan penguatan pendidikan karakter (PPK) yang tahun ini sudah dimulai dengan percontohan di 542 sekolah. Lima nilai utama yang didorong dalam PPK adalah nasionalisme, religius, integritas, kemandirian, gotong royong dan nasionalis,” ungkapnya beberapa hari yang lalu di Gedung DPR RI, Jakarta.

Muhadjir mengatakan tiga pilar penguat gerakan PPK adalah sekolah, keluarga dan masyarakat. Untuk itu sinergitas ketiga entitas itu didorong memberikan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang mentalitas anak-anak pada usia pendidikan dasar, yakni yang masih sekolah di SD dan SMP.

“Tiga pilar itu merupakan ekosistem pendidikan yang paling menentukan penguatan pendidikan karakter,” ia menandaskan.

To Top