Pendidikan

OSIS SMA Negeri 2 Kei Kecil Lakukan Penelitian Situs Peninggalan Jepang

TUAL, EDUNEWS.ID – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSISI) SMA Negeri 2 Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara melaksanakan Penelitian Situs Sejarah peninggalan pendudukan Jepang di Desa Dullah dan Desa Labetawi Kota Tual, Sabtu (28/1/2017).

Kegiatan penelitian situs sejarah ini merupakan salah satu kegiatan ekstra OSIS untuk mengenalkan secara dekat sejarah dan kebudayaan masyarakat Kepulauan Kei-Maluku Tenggara. Kegiatan penelitian situs sejarah ini melibatkan 24 pengurus OSIS serta 2 pembina OSIS yaitu Ali Banyal, SH dan Guida D.N. Narahajaan, S.Pd.

Sebagaimana disampaikan oleh Ali, kegiatan ekstra OSIS SMA Negeri 2 Kei Kecil dapat dilaksanakan dalam beragam bentuk kegiatan diantaranya pentas musik, seni teater, pentas sosiodrama serta yang sekarang dilaksanakan penelitian situs sejarah.

Lebih jauh Narahajaan, menyampaikan kegiatan penelitian situs sejarah merupakan bagian dari kegiatan ekstra yang senangi pengurus OSIS. Pasalnya selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga bersifat rekreasi sambil belajar sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi pengurus.

Selain kedua guru pembina OSIS kegiatan penelitian situs sejarah peninggalan pendudukan Jepang ini juga melibatkan salah seorang guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Kei Kecil, Abdul Malik Raharusun, M.Pd sebagai pemandu penelitian.

Kegiatan ini dibagi menjadi 4 tahapan yakni, penjelasan metodologi penelitian sejarah, penelitian pengurus OSIS, presentasi kelompok dan kuliah hasil penelitian oleh pemandu.

Dalam kuliah penelitiannya Malik menjelaskan bahwa, setelah menyerahnya Belanda tanpa syarat kepada Jepang pada 9 Maret 1942, Jepang terus memperluas wilayah kekuasannya sampai ke Maluku Tenggara.

“Di Maluku Tenggara, Jepang masuk pada bulan Juli 1942 dan puncaknya pada 30 Juli 1942 ketika terjadi perang Jepang melawan Belanda dan berujung pada pembantaian para Pastor Belanda di Langgur. Setelah sepenuhnya Maluku Tenggara dikuasai Pemerintahan Militer, Jepang membangun kekuatan Angkatan lautnya (Dai-Nipon Teikoku Kaigun) dengan membangun dua lapangan terbang di Letvuan dan Pulau Dullah Laut serta benteng-benteng sepanjang garis pantai Pulau Dullah dan Dullah Laut serta bungker di hutan-hutan Pullau Dullah,” jelasnya.

Masih dalam kuliah penelitiannya, Malik menyampaikan sebagai kepulauan di tenggara Maluku yang berbatasan dengan Australia maka Jepang sangat berkepentingan membangun kekuatan Angkatan Laut di Maluku Tenggara untuk menghalau kekuatan sekutu di Australia.

“Periode pendudukan Jepang di Maluku Tenggara adalah periode Perang Dunia II dimana terjadi perebutan penguasaan Lautan Pasifik antara Amerika Serikat bersama sekutunya Inggris dan Jepang,” terangnya.

Besar harapan pengurus OSIS, pembina dan pemandu kegiatan ekstra penelitian situs sejarah terus digalakan setiap periode kepengurusan dengan tema penelitian yang berbeda. Lewat penelitian situs siswa diajarkan sejak SMA menjadi ilmuan/sejarawan yang dapat mengungkap setiap peristiwa sejarah secara ilmiah.

To Top