Pendidikan

Pemda Kubu Raya Kalbar Terapkan Kurikulum Muatan Lokal semua Agama

ILUSTRASI

PONTIANAK, EDUNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) meminta setiap guru dapat meningkatkan kualitas kurikulum muatan lokal pendidikan keagamaan agar diimplementasikan seluruh siswa.

“Untuk menciptakan generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pendidikan berusaha menjadikan kurikulum muatan lokal sebagai salah satu langkah untuk melakukan Revolusi Mental bagi para generasi muda di kabupaten ini,” kata Bupati Kubu Raya Rusman Ali, kemarin (11/11/2016).

Pihaknya berusaha agar kurikulum ini bisa menjadikan dan mencipatakan generasi muda yang mengetahui dan memahami ilmu agama.

Rusman Ali mengatakan, untuk melaksanakan keharmonisan dan berbudaya yang menjadi salah satu visi pembangunan Kabupaten Kubu Raya, diperlukan perubahan pada semua bidang terutama pendidikan, salah satunya pendidikan muatan lokal.

“Jadi, sangat tepat jika Revolusi Mental dimulai dari pendidikan, mengingat peran pendidikan begitu strategis dalam membentuk mental anak bangsa,” ujarnya pula.

Selain itu, dengan Revolusi Mental pemda telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2015 tentang kurikulum muatan lokal pendidikan keagamaan untuk semua agama, yaitu baca tulis dan menghafal Alquran (BMTQ), pendidikan agama Katolik, pendidikan agama Kristen, pendidikan agama Hindu, dan pendidikan agama Budha.

“Makanya, saya meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar mampu memberikan pendidikan dan pemahaman kepada seluruh siswa tentang pendidikan keagamaan,” katanya pula.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya Frans Randus mengatakan, dalam penerapan kurikulum muatan lokal ini, berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Selain itu, kurikulum tersebut juga tidak hanya diterapkan bagi guru atau siswa yang beragama Islam saja, namun juga bagi agama lainnya.

“Sampai saat ini penerapan kurikulum muatan lokal ini sudah dilakukan oleh semua sekolah di daerah ini, dan hasilnya juga sudah mulai tampak,” kata Frans.

Perlu peran para pendidik dalam memberikan pendidikan keagamaan yang baik dan berkualitas kepada para siswanya untuk memaksimalkan penerapannya.

“Harapan ke depan pendidikan muatan lokal ini bisa langsung diimplementasikan oleh seluruh siswa,” katanya lagi.

To Top