Pendidikan

Pendidikan di Kabupaten Bulungan Kaltara Memprihatinkan

ILUSTRASI

TANJUNGSELOR, EDUNEWS.ID – Pelayanan pendidikan di Kalimantan Utara (Kaltara) masih jauh dari kata memuaskan. Hal itu terlihat dari fasilitas, sarana dan prasarana hingga kualitas dan kuantitas tenaga pendidik yang masih kurang memadai.

Sekitar 50 persen sekolah yang berada di Bulungan belum tersentuh pelayanan pendidikan secara menyeluruh. Tidak maksimalnya pelayanan pendidikan tersebut berkaitan dengan masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pendidik.

“Masih sangat kurang untuk kita di Bulungan. Soal layak atauj tidak sesuai dengan standar minimalnya itu juga belum ditahu persis. Termasuk guru-guru bidang studi masih sangat minim,” terang Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulungan, Amsal Anwar kemarin kemarin (13/11/2016).

Amsal menjelaskan guru yang hanya mengajar seadanya membuat kualitas pembelajaran kurang baik. Diakuinya masih ada pula tenaga pendidik yang memenuhi standar dan dedikasinya bagus sehingga bisa mengajar dengan baik.

“Ini harus dicarikan solusinya oleh pemerintah, jika guru tak sesuai kualifikasinya, harus dibuatkan pelatihan peningkatan mutu,” ujarnya.

Menyangkut masalah fasilitas di sekolah, ia menganggap tidak sesuai antara ruang kelas dengan jumlah muridnya sehingga dibeberapa sekolah ditemukan satu kelas terpaksa dibagi menjadi dua karena keku-rangan ruangan.

“Bagaimana bisa siswa itu mendapatkan pendidikan di sekolahnya dengan baik dan tenang jika kondisi ruangan seperti itu,” tuturnya.

Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Bulungan bisa meningkatkan pelayanan pendidikan berdasarkan indikator pelayanan pendidikan. Fasilitas sekolah juga harus dimaksimalkan, SDM harus lebih banyak diberikan pelatihan-pelatihan atau peningkatan kompetensi.

Sementara itu, untuk pendidikan luar sekolah atau non formal pun harus mendapat perhatian. Menurutnya sebagian besar anak didik berada dirumah (diluar sekolah) sehingga butuh pembelajaran lain sebagai pendukung mutu pembelajaran.

“Jadi bagaimana upaya-upaya agar mereka juga diberikan pendidikan di luar sekolah atau ekstrakulikuler,” pungkasnya.

To Top