EDUNEWS

Antara Prancis, ICM Gugel dan Petanque

Amru Asykari, S.Pd/Kepala SMAIT Insan Cendekia Madani – Gunung Geulis

BOGOR, EDUNEWS.ID – Selasa 22 November 2016 lalu, SMAIT ICM Gunung Geulis, Bogor mendapat kunjungan dari Insitut FrancAis Indonesei (IFI), sebuah lembaga yang bergerak memberikan pelayanan pendidikan bagi orang Indonesia yang ingin menguasai bahasa Prancis atau ingin melanjutkan studinya di Prancis. Kedatangan IFI yang diwakili oleh Syarah H. Andriani, Penanggung Jawab Cabang,  ditemani oleh tim dari Yayasan Jakarta Petanque yang diasuh oleh Cedric Vernet , bertujuan untuk mensosialisasikan program IFI sekaligus memperkenalkan olahraga tradisional Prancis yang disebut Petanque.

Dalam presentasinya Syarah menjelaskan kepada siswa tentang manfaat dan kesempatan yang akan siswa  peroleh apabila mengikuti program dan kegiatan yang IFI kelola. Dalam kesempatan itu pula beliau mengundang siswa kami untuk berkunjung ke pusat studinya di Kebayoran Baru untuk mendapatkan fasilitas menarik berupa informasi lengkap seputar belajar di Prancis, menonton film-film Prancis, ikut kelas uji coba bahasa Prancis, dan yang tidak kalah seru menyanyikan lagu-lagu Prancis di ruang Karoke!

Sementara itu, ketua Yayasan Jakarta Petanque, Cedric Vernet, dengan antusias menjelas sekilas sejarah olahraga klasik khas Prancis ini dan tata cara bermain Petanque. Olah raga ini sudah dimainkan di negeri asalnya sejak tahun 1907 dan kini, olahraga ini sudah dikenal di seluruh Eropa dan Asia. Pada 2011 olahraga ini mulai diperkenalkan di Indonesia, secara resmi dieksibisikan pada Sea Games di Palembang, dan pada 2013 resmi dipertandingkan di event besar Sea Games di Myanmar.

Ketika eksebisi dilakukan, semua civitas akademi SMAIT ICM Gugel, Bogor, berbaur ceria dalam olahraga yang mereka baru kenal dan mainkan pada saat itu. Ternyata bermain Petanque tidak semudah yang kami duka, ini permainan butuh kemampuan bukan hanya sekadar melempar tapi teknis, strategi, presisi dan kerja tim yang kompak. Disamping itu permainan ini mengajarkan pemainnya tentang soidaritas, mengelola ego dan emosi Sebelum berpisah para siswi sempat diajarkan menyanyi alphabet Prancis oleh Syarah dan dinyantikan bareng sebelum kami mengucapkan Au revoir.

Penulis : Amru Asykari, S.Pd/Kepala SMAIT Insan Cendekia Madani – Gunung Geulis (ICM GUGEL)

To Top