Opini

Ahok Dipakai Sebagai Corong Pemecah NKRI

Oleh : Martimus Amin*

OPINI, EDUNEWS.ID – Pengkhianatan Ahok kepada NKRI kembali ditunjukkannya secara gamblang kepada media asing Ahok menjelaskan bahwa peserta aksi bela Islam 4 November adalah demonstran bayaran dan mendapat bayaran Rp 500 ribu per orang.

Pernyataannya yang sangat bersifat fitnah dan asal-asalan ini sengaja ia sampaikan untuk mempolitisasi tuntutan hukum umat Islam atas kasus penistaan agama yang dilakukannya. Sekaligus untuk maksud mencoreng kridiibitas Indonesia di mata internasional.

Dan dengan entengnya selanjutnya Ahok menyatakan ia tak mau mengungkap siapa yang mendanai aksi tersebut. Pernyataan yang sangat tidak bertanggung jawab tersebut telah dilaporkan peserta aksi dari iluni ITB kepolisian.

Pernyataan Ahok ini persis seperti di ekspos oleh LSM komprador asing terkait tentang adanya ribuan korban pemerkosaan etnis keturunan pada peristiwa kerusuhan 98. Setelah diinvestigasi ternyata tudingan tidak benar sama sekali. Karena sangat tidak logis ditengah terjadi kebakaran hebat seseorang mamou melakukan pemerkosaan. Diketahui data diperoleh dari Kedubes AS.

Dimana warga keturunan yang ingin bekerja supaya mudah mendapat visa, mereka mendaftarkan diri sebagai pemohon suaka politik. Kebijakan Negara AS memberikan kemudahan bagi warga negara lain tinggal di negaranya untuk perlindungan politik

Dengan gagahnya juga Ahok memproklamitkan dirr seperti sosok Nelson Mandela pejuang Apartheid Afsel. Nelson melawan penjajahan rezim aprtheid keturunan Francis atas tanah airnya. Sementara Ahok bisa digolongkan sebagaimana umumnya segelintir warga keturunan lainnya yang bergelimang fasilitas dan menikmati glomour madu pembangunan ditengah himpitan kehiduoan kaun pribumi yang tertindas.

Hanya di Indonesia saja orang-orang seperti Ahok bertingkah semaunya. Membeli hukum dan politik serta menghina mayoritas. Andai ia hidup di negara lain seperti di barat maka ia telah ditempatkan oleh masyarakat dan penguasa disana dalam gorong-gorong penuh lumpur.

Dapat diduga Ahok memang dipakai sebagai corong pemecah belah bangsa Indonesia. Bagian dari agenda tersembunyi konspirator asing yang tak ingin Indonesia menjadi bangsa bersatu dan hebat. Ada dua poros yang bermain. Salah satunya koalisi rezim berkuasa sat ini dan Cina raya yang ingin menggeser hegemoni barat.

 

Martimus Amin, Ketua Qomando Masyarakat Tertinda (Qomat)

To Top