Opini

Kemerdekaan yang Sebenarnya

Imran
muh imran (ketua umum Kammi Makassar).

*Oleh Muh Imran

OPINI, EDUNEWS.ID – Kemerdekaan yang diimpikan oleh bangsa yang besar ini adalah momentum yang paling diimpikan oleh semua elemen masyarakat sabang sampai merauke.

17 Agustus 2023 kembali kita rayakan sebagai momentum kemerdekaan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama. Sebagai anak bangsa, momen ini merupakan hal yang wajib untuk dikenang dan dirayakan bersama sebagai satu kebanggaan dan kecintaan kepada bangsa kita.

Sepenggal narasi UUD 1945 “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” adalah jawaban bahwa kemerdekaan merupakan dorongan yang kuat pada setiap warga negara agar bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan yang sebenarnya adalah bagaimana kehidupan rakyat setelah kemerdekaan.

Pertanyaan yang wajib dijawab, benarkah kita sudah merdeka.

Olehnya penulis berpendapat, dalam UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan bangsa ini merupakan kemerdekaan untuk rakyat agar mendapatkan kehidupan yang berprikemanusian dan keadilan, menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dari sini, jelas bahwa semua instrumen kemerdekaan 1945, berpihak pada nasib kehidupan rakyat pasca kemerdekaan itu.

Kemerdekaan menjadi tanda tanya untuk siapa kemerdekaan itu, untuk rakyat atau siapa? Saya selalu menjadikan itu pertanyaan sejak saya mulai paham apa itu kemerdekaan.

Dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang banyak, seharusnya bisa menghidupi rakyat bahkan bisa menggaji setiap warga Indonesia. Tapi kenapa Indonesia justru banyak mengutang? kenapa angka kemiskinan masih tinggi?

Mengutip data BPS, pada September 2021, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia terdiri dari 4,50 orang anggota rumah tangga. Artinya garis kemiskinan per rumah tangga rata-rata sebesar Rp2.187.756,-/bulan.

Pada momentum Dirgahayu kemerdekaan 2023 ini, penulis mengajak untuk para elit negara, kaum muda, milenial, politisi, partai politik, wakil rakyat, dan siapapun yang hidup di negeri ini untuk merefleksi kembali kemerdekaan yang seperti apa kita inginkan.

Bagi saya, kemerdekaan akan berpihak kepada rakyat bila kemiskinan dan hutang negara terselesaikan. Untuk mewujudkan itu maka kita mesti betul-betul kita serius mengelolah kekayaan-kekayaan yang Indonesia miliki secara adil.

Maka saatnya kita merumuskan satu formula besar untuk menentukan nasib bangsa ini kedepan. Kita menginginkan para elit negara agar bisa betul-betul memperlihatkan kepada rakyat roadmap masa depan bangsa Indonesia.

Muh Imran, Ketua Umum KAMMI Daerah Kota Makassar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com