Opini

Ramadhan: Bulan Keberpihakan Kepada Kaum Miskin

Baeti Rohman/Ketua Umum DPN ISQI

Oleh Baeti Rohman*

OPINI, EDUNEWS.ID – Indonesia merupakan negara yang penduduknya mayoritas menganut agama Islam. Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) tahun 2022, ada sekitar 237,56 juta jiwa penduduk Indonesia yang beragama Islam.

Jumlah tersebut setara dengan 86,7 persen dari total penduduk. Jumlah itu sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, fakta ini tentu membanggakan umat Islam di Indonesia.

Pada saat yang sama kita diperhadapkan pada kenyataan bahwa mayoritas orang yang berstatus miskin di Indonesia adalah orang Islam.

Ini lumrah, mengingat penduduk Indonesia rata-rata beragama Islam, akan tetapi ini juga merupakan kenyataan pahit yang butuh keterlibatan umat Islam untuk menolong sesamanya agar keluar dari garis kemiskinan.

Kaum miskin mendapat perhatian serius dari Al-Qur’an. Terbukti penyebutannya diulang puluhan kali.

Kata Miskin diulang sebanyak 8 kali dan masakin kata jamaknya diulang sebanyak 12 kali, sehingga siapapun yang pernah mengkhatamkan Al-Qur’an akan dengan mudah mengingat kata ini.

Antara ingatan kata dan aktualisasi nyata sepertinya belum berimbang.

Sementara itu, fenomena flexing atau memamerkan kekayaan yang dilakukan oleh orang-orang dekat pejabat negara, gemar dilakukan. Disaat yang sama, masih banyak buruh-buruh serabutan yang memiliki penghasilan sangat rendah bahkan tidak memiliki lapangan kerja.

Dalam momentum ini, perintah melaksanakan Puasa Ramadhan memiliki dimensi sosial. 

Melalui puasa, kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh kaum miskin.

Orang yang menjalankan puasa pasti merasakan lapar dan haus. Perasaan inilah yang hampir setiap hari dirasakan kaum miskin akibat mereka berada dalam kondisi yang berkekurangan.

Berbeda dengan orang yang berpuasa hanya menahan lapar dan haus sampai bedug magrib terdengar. Pada malam hari kita bisa makan dan minum seperti sedia kala, tetapi bagi fakir miskin, mereka berpotensi merasakan lapar dan haus selama seharian penuh.

Melalui puasa maka Allah sesungguhnya ingin agar kita menyelami kondisi yang dialami kaum fakir miskin. Dari sini kepedulian kita terhadap fakir miskin diharapkan lebih terbangun.

Selama Ramadhan, ada satu ibadah yang juga wajib dilakukan untuk menyempurnakan puasa, yakni zakat fitrah.

Praktik zakat fitrah pada prinsipnya merupakan bentuk kepedulian nyata kepada fakir miskin sebagai golongan yang berhak mendapatkan zakat fitrah (mustahiq) sebagaimana dalam Surah At-Taubah ayat ke-60.

Melalui zakat fitrah, Allah Swt mengingatkan hambanya agar tidak hanya sibuk menumpuk pundi-pundi harta lalu lupa membagikannya.

Dengan zakat fitrah, mengingatkan manusia bahwa dalam harta mereka terdapat hak kaum fakir miskin, sehingga sebagiannya wajib disalurkan.

Mendistribusikan sebagian harta yang kita miliki adalah hal yang sangat masuk akal. Harta yang kita miliki pasti ada andil orang lain di dalamnya.

Oleh sebab itu, sudah sepantasnya kita membagi harta tersebut kepada yang membutuhkan, bukan justru dinikmati sendiri.

Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 22 memberi teguran kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan (ulul fadhli) yang tidak mau berbagi kepada orang-orang miskin.

Hal yang mesti dipikirkan adalah bagaimana meningkatkan kualitas distribusi zakat fitrah. 

Secara hitungan kasar, ada ratusan juta jiwa yang mengeluarkan zakat fitrah secara bersamaan.

Olehnya, bila dikelola dengan baik maka semestinya zakat fitrah tersebut berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan kaum fakir miskin.

Hal lain yang juga perlu dikelola secara profesional adalah zakat yang dikeluarkan ‘di luar’ Ramadhan, misalnya zakat mal.

Bila zakat jenis ini  dikelola secara dengan baik pula, maka dapat berkontribusi mengurangi tingkat kemiskinan.

Baeti Rohman, Ketua Umum DPN ISQI (Ikatan Sarjana Al-Qur’an Indonesia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com