News

Apresiasi Karya Jurnalistik Isu Gender, AJI Makassar Gelar ‘Jurnalis Award

MAKASSAR, EDUNEWS.id-Masih banyaknya pemberitaan yang bias gender, serta kurangnya ulasan isu gender, mendorong Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mengadakan lomba karya jurnalistik.

Ketua AJI Makassar, Qodriansyah Agam Sofyan mengatakan, AJI Makassar akan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada para jurnalis yang mengedepankan karya jurnalistik terkait isu gender.

“Sebagai bentuk apresiasi kita kepada karya-karya teman-teman jurnalis, akhirnya AJI bekerjasama dengan Development and Peace mengadakan kegiatan Jurnalis Awards ini,” katanya.

Melalui Jurnalis Awards ini, AJI juga mendorong para jurnalis untuk bukan hanya sekadar menciptakan karya kemudian diikutkan lomba, tapi juga dapat memahami terkait isu-isu yang dibahas. “Isu gender ini adalah salah satu isu yang menarik dan sehari-harinya bersentuhan langsung dengan kita. Meski begitu, kadang pemberitaan itu sangat bias dalam mempresepsikan isu ini,” ujar Agam.

Senada, Sekretaris AJI Makassar, Ancha Hardiansya mengatakan, pihaknya merencanakan kegiatan Jurnalis Awards ini akan diadakan setiap tahunnya sebagai bentuk apresiasi kepada karya-karya jurnalistik para jurnalis yang ada di Sulsel.

“Bisa saja tahun depan kita akan membahas isu lain untuk diperlombakan. Selain itu, untuk kategorinya kita juga akan tambah seperti kategori foto yang tahun ini belum dimasukkan,” kata Ancha.

Lalu Ketua Panitia Jurnalis Awards, Adam Djumadin mengimbau, agar banyak karya-karya jurnalistik yang masuk dan mengikuti lomba ini. “Sampai saat ini sudah banyak karya yang masuk, namun kita tetap berharap agar teman-teman jurnalis terus menyetorkan karyanya sampai pada tanggal 12 Agustus mendatang,” kata Adam.

Adapun pemenang lomba karya jurnalistik ini akan diumumkan pada malam penganugerahan Jurnalis Awards yang bertempat di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, pada tanggal 28 Agustus 2016, yang dirangkaikan dengan perayaan Milad ke-22 AJI Indonesia.

Dewan juri yang menilai semua karya jurnalistik terdiri dari Lusiana Palulungan (Aktivis Perempuan), Andi Fadli (Jurnalis) dan Fauziah Erwin (Komisioner KPID Sulsel).

[Rakyatku]

To Top