EDUNEWS

Dorong Pemerataan Pendapatan, Pemerintah Prioritaskan Empat Program Ini

RIAU, EDUNEWS.ID – Menteri Koperasi & UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, kembali mengingatkan empat program Presiden Jokowi untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

“Pak Gubernur, Pak Bupati tentu sudah tahu 4 program yang disampaikan Presiden. Infrastruktur, tourism, energi dan maritim,” kata menteri dalam sambutannya saat membuka Peringatan HUT Ke-69 Koperasi di Perawang, Kab Siak, Provinsi Riau, Kamis (11/8/2016).

Acara juga dihadiri oleh Gubernur Riau dan Bupati Siak, unsur Satuan Perangkat Daerah, tokoh masyarakat dan gerakan koperasi & UKM se Provinsi Riau.

Menurut mantan Wakil Gubernur Bali ini, keempat program ini sangat berkaitan erat dengan koperasi dan UKM. Jika infrastruktur jalan, koperasi & UKM akan tumbuh. Akan tumbuh perdagangan. Ekonomi akan tumbuh, sehingga bisa membuka lapangan kerja dan menekan kemiskinan.

“Ini program sinergi,” jelasnya.

Demikian dengan tourism. Tourism jalan, koperasi & UKM pasti jalan sendiri. Bali yang dikenal daerah wisata. UKM tumbuh dengan sendirinya. Namun untuk mengembangkan wisata di Riau, menteri mengungkap tidaklah mudah. Untuk menjadi daerah wisata, Bali sendiri butuh waktu panjang. Bukan 10 atau 20 tahun. Tapi satu abad lebih oleh raja-raja di Bali.

Selain itu juga diperlukan kesiapan masyarakat. Saat ini banyak daerah wisata, tapi tak bisa berkembang karena masyarakatnya tak siap menerima.

Menkop juga menegaskan jangan pernah berharap ada pemerataan, jika tidak menyentuh koperasi dan usaha kecil menengah.

“Pertumbuhan ekonomi ada, tapi belum ada pemerataan,” kata Menteri.

Ini terlihat masih tingginya gini rasio, karena jomplangnya pendapatan masyarakat. Mereka yang besar, justru makin besar pendapatannya. Sebaliknya mereka yang kecil, makin mengecil pendapatannya.

Karena itu, pemerintah memandang perlu ada pemerataan, dengan membangkitkan koperasi & UKM. Sehingga bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan.

Sementara itu, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, mengaku peranan koperasi dan UKM saat ini sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, koperasi & UKM memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pendapatan.

Untuk mengatasai kondisi tersebut, koperasi & UKM diharapkan bangkit dan menggerakkan kembali roda perekonomian. Saat ini Provinsi Riau ada 5.185 unit koperasi yang tersebar di setiap kelurahan pada 12 kabupaten/kota, dengan jumlah anggota 540.742 orang. Dari jumlah koperasi tersebut, koperasi yang aktif berjumlah 3.051 unit dan koperasi yang tidak aktif 2.134 unit.

Sedangkan jumlah UKM sebanyak 535.139 unit, terdiri 378.450 unit usaha mikro, 149.290 unit usaha kecil dan 7.399 unit usaha menengah. Ia meminta gerakan koperasi tidak berhenti dan terus dilanjutkan demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Apalagi di Provinsi Riau  masih banyak kantong-kantong kemiskinan.

“Kehadiran Pak menteri memberi angin segar bagi koperasi sebagai ujung tombak ekonomi,” ujar Arsyadjuliandi.

Menurut Arsyadjuliandi Rachman, koperasi dan UKM sudah selayaknya ditangani terpadu di seluruh sektoral.

To Top