Ekonomi

Harga Bawang Putih Nyaris Tembus Rp 50.000 per kg

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID -Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyayangkan merangkaknya harga bawang putih. “Harusnya tidak ada kenaikan karena kita impor sesuai kebutuhan bukan keinginan. Jadi tidak ada alasan harga naik,” kata Amran di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, kemarin (26/3/2018).

Amran mengimbau semua stakeholder, termasuk pengusaha bawang putih agar menciptakan stabilitas harga. Apalagi, izin impor sudah dikeluarkan. “Mari kita saling pengertian dan jangan dibuat gaduh. Kami imbau para pengusaha bawang putih agar menyejukkan situasi,” serunya.

Selain bawang putih, Amran juga mengingatkan pedagang daging tidak menaikkan harga menjelang bulan suci Ramadhan. Karena, pemerintah juga melakukan impor untuk komoditas tersebut.

Amran menginstruksikan jajarannya di Kementan untuk bekerja keras, melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. “Banyak masyarakat mengeluhkan harga kebutuhan pokok 10 tahun lalu lebih murah. Saya ingin bulan puasa harga pangan lebih stabil dari 2017,” katanya.

Seperti diketahui, harga bawang putih sejak awal tahun harganya tinggi dan terus mengalami kenaikan dikit demi sedikit. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengungkapkan, sampai dengan saat ini belum ada penurunan harga.

“Sekarang malah sudah mendekati Rp 50 ribu per kg dari harga normalnya sebesar Rp 25 ribu per kg,” katanya. Dia menuturkan, merangkaknya harga bawah putih karena stok kosong di pasaran. Bawang putih impor belum masuk.

“Pemerintah bilang sudah impor. Tetapi belum ada yang masuk ke pasar. Mungkin barangnya masih di pelabuhan,” kata Mansuri. Mansuri mengaku kecewa dengan tingginya harga bawang putih.

Karena, bawang putih mayoritas berasal dari impor. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, di balik tingginya harga bawang putih ada permainan. “Kenaikan harga kan selama ini disebabkan hanya dua. Masalah distribusi dan ada pedagang besar yang nakal,” cetusnya.

Mansuri meminta, Kementan dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) membentuk tim khusus mengawasi distribusi pangan impor. “Produk impor kok melonjak. Ini karena kon­trolnya kurang serius,” pungkasnya.

To Top