Ekonomi

Indonesia Perluas Pasar Ekspor

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor non tradisional. Antara lain dengan menjajaki peningkatan dan peluang kerja sama baru di sektor perdagangan dengan Negeri Balkan.
Pemerintah melalui Kedutaan Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina memfasilitasi sejumlah pelaku usaha di dalam negeri melakukan penjajakan dan promosi di Bosnia melalui Sarajevo Business Forum (SBF). Lang­kah ini mendapatkan respons positif dari pebisnis negara tersebut.
Chief Executive Officer Bosna Bank International yang juga Ketua Panitia, Amer Bukvic, memberikan apresiasi khusus atas keseriusan Indonesia mengembangkan potensi kerja sama.
“Indonesia menunjukkan antusias, mengajak delegasi (pelaku usaha dan pemerintah) ikut SBF. Kami harapkan Indonesia bisa menjadi jembatan (motor) perdagangan dengan Asia Tenggara,” kata Bukvic dalam acara pembukaan SBF di City Hall, Sarajevo, Selasa (24/4/2018) malam.
Dia yakin SBF dapat menghasilkan kegiatan positif untuk kerja sama ekonomi. Sebab acara ini diikuti sekitar 1.800 pebisnis dari berbagai negara. Potensi kerja sama di bidang perdagangan dan investasi di Bosnia cukup besar. Misalnya di sektor pariwisata, setiap tahun, jumlah turis terus menunjukkan kenaikkan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang hadir mewakili pemerintah Indonesia menyampaikan, kehadirannya bagian dari upaya diplomasi untuk mem­perluas pasar ekspor. “Sesuai dengan perintah Presiden Jokowi agar kita tidak hanya berkutat pada pasar yang sudah ada. Tapi mencari pasar baru,” kata Sofyan.
Sofyan menyebutkan, pada tahun lalu, total nilai ekspor dan impor Indonesia Bosnia senilai 12 juta dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke Bosnia sebesar 9,5 juta dolar AS, sedangkan impornya 2,5 juta dolar AS. Menurutnya, nilai itu masih kecil karena potensinya cukup besar.
“Sasaran kita bukan hanya pasar Bosnia. Tetapi regional negara Balkan,” terang Sofyan. Dia menuturkan, Indonesia dan Bosnia memiliki kedekatan dan sejarah hubungan yang erat. Dengan kondisi itu seharusnya kerja sama bisa ditingkatkan.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Yani menambahkan, pemerintah Indonesia ikut SBF karena potensi menjalin kerja sama perdagangan cukup besar. “Pak Presiden menyam­paikan harus pintar melihat peluang. Jangan sekadar ikut pameran, tapi nggak kelihatan orang,” kata Amelia.
Amelia menuturkan, dalam ajang ini, beberapa pelaku usaha dari dalam negeri akan mempresentasikan peluang kerja sama. Antara lain memperkenalkan kopi Indonesia dan pariwisata Indonesia.

To Top