Ekonomi

Tantangan Ketenagakerjaan di Indonesia Makin Berat

 

 

LOMBOK TIMUR, EDUNEWS.ID – Tantangan sektor Ketenagakerjaan di Tanah Air semakin berat dan komplek. Hal ini dipengaruhi oleh faktor nasional dan rendahnya pertumbuhan ekonomi global dan negara maju.

“Kondisi dan tantangannya semakin berat karena perkembangan teknologi dan informasi juga semakin hebat. Terlebih kini kita sudah memasuki era ekonomi digital. Bila tak mampu mengantisipasinya kita akan semakin terjepit,” ujarnya Kepala Biro Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Sahat Sinurat dalam acara Press Tour, di Lombok Timur, Jumat (23/3/2018).

Untuk itulah, terang dia, dibutuhkan komponen membangun SDM yang kompetitif. “Dibutuhkan upaya membangun SDM secara kompetitif,” ujarnya.

Menurutnya komponen pembangunan SDM yang kompetitif itu meliputi peningkatan kwalitas, kwantitas SDM berkualitas yang semakin meningkat, serta investasi. “Kita harus bisa menarik investor untuk penyerapan tenaga kerja,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Sirman mengatakan, pembangunan ketenagakerjaan harus disesuaikan dengan pengembangan potensi daerah.

Provinsi NTB yang pertumbuhan ekonominya hanya 0,11 persen pada 2017 dengan pengangguran yang mencapai 3,32 persen serta kemiskinan yang mencapai 15,05 persen tentunya patut untuk dicarikan langkah nyata mengatasinya.

“Harus diwaspadai fenomena pekerja miskin, dalam artian sudah bekerja tapi tetap miskin. Pekerjaan yang ada tidak mampu mengeluarkan warga dari kemiskinan dan secara lokasi cenderung berada di daerah perkotaan,” jelasnya.

Untuk itulah, pihaknya terus mencari terobosan terkait kebijakan ketenagakerjaan dengan membuat target pengangguran hanya menjqdi 4 hingga 4,55 dan kemiskinan 9,5-10 persen.

Berdasarkan angka pengangguran itu maka penurunannya tidak sejalan dengan penurunaan kemiskinan di NTB. Tingkatan pendidikan dan kompetensi angkatan kerja yang rendah masih didominasi oleh penddidikan SMP ke bawah, kurangnya kualitas dan kuantitas instruktur di Balai Latihan Kerja, sarana, dan prasarana.

Dengan kondisi itu, Pemprov NTB menerapkan program unggulan di bidang pertanian dan pariwisata untuk menyerap tenaga kerja.

“NTB menjadi destinasi tujuan wisata di Indonesia setelah Bali, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja baru di bidang jasa dan transportasi serta kuliner, perhotelan, dan lainnya,” jelasnya.

To Top