News

Gasmator Ancam Bubarkan Dewan Adat Kerajaan Toraja

ILUSTRASI

TORAJA, EDUNEWS.ID – Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (Gasmator) mengeluarkan ancaman pembubaran paksa jika acara pengukuhan pengukuhan dewan adat kerajaan Toraja dilaksanakan.

“Menolak secara tegas pengangkatan raja Toraja kepada seseorang yang bernama Mustamin Londa Karena tidak sesuai dengan prosedur adat toraya, dan kami akan bubarkan paksa jika itu dilaksanakan,” kata Ketua Gasmator, Alvin Layuk, Jumat (20/1/2017) siang.

Pengukuhan dewan adat kerajaan Toraja Tongkonan Sassa’ rencana akan dilakukan di Ballroom Hotel Sahid, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, pada 1 Februari 2017 mendatang. Wilayah adat Tana Toraja mempunyai pemangku adatnya.

Wilayah barat pemangku adatnya bergelar ma’dika, dan to parengge’, wilayah balimbing kalua’ (wilaya utara) bergelar to parengnge’ dan siambe’ sindo’, untuk wilayah tallu lembangna sudah ada pemangku adatnya basse tangngana, basse adinna, basse kakanna yang bergelar puang, dan to parengnge’

“acara ini tidak melibatkan masyarakat dalam mensosialisasikan kegiatan pengangkatan Raja Toraja yang dimana justru melibatkan orang luar bukan orang toraja,” ujar Alvin Layuk.

Gasmator juga mempertanyakan gelar Adat Tomatasak kepada bapak Mustamin dan panitia pengukuhan dewan adat raja toraja untuk memberi tahu ke publik silsila keturunannya.

” Bupati Tana toraja kami minta bertanggung jawab atas terselanggaranya kegiatan ini pengangkatan Raja Toraja”, tambah Alvin.

Sementara Pemerhati Budayawan Puang Tarra’ Sampetoding, mengemukakan dalam sejarah tondok lepongan bulan gontingna tana matarik allo tidak pernah ada raja.

” yang memerintah jaman dahulu kala adalah aluk dengan adat istiadat , yang di laksanakan oleh ma’dika wilaya barat, toparengnge’ siambe’ dan sindo’ wilaya balimbing kalua’ (utara) dan di wilaya tallu lembangna yang memerintah adalah aluk dan adat yang di laksanakan oleh puang dan to parengnge’,” ujar Puang Tarra’ Sampetoding.

 

Sumber : Tribun Toraja

To Top