Hukum

Korupsi, Kejari Palu Eksekusi Guru Besar Untad

 

 

PALU, EDUNEWS.ID – Guru Besar Universitas Tadulako (Untad) Palu Profesor Sultan yang juga mantan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untad, akhirnya dieksekusi oleh Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu.

Dia diduga terlibat dalam kasus korupsi dana penelitian tahun 2014-2015. Prof Sultan tiba di Lapas Petobo, Senin (26/3/2018) sekitar pukul 21.00 Wita didampingi keluarga beserta penasehat hukumnya. Usai proses administrasi, yang bersangkutan langsung dijebloskan dalam jeruji besi Lapas Petobo, Kota Palu.

“Sebelumnya kami sudah melayangkan surat panggilan kepada terpidana guna proses eksekusi. Terpidana kooperatif sehingga proses eksekusinya berjalan lancar,” kata Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palu, Efrivel, kemarin (27/3/2018).

Prof Sultan sendiri dieksekusi setelah turunnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) Nomor: 2002 K/Pid.Sus/2017, yang menghukumnya selama enam tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 311 juta, subsider 1,6 tahun penjara.

Isi putusan tersebut lebih berat dari putusan banding yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng yang menghukumnya selama 3,6 tahun penjara, denda Rp 50 juta, subsider 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 311 juta, subsider 8 bulan kurungan.

Di pengadilan tingkat pertama, yakni Pengadilan Negeri (PN) Palu, Sultan dihukum 2 tahun penjara. Ia terbukti melakukan korupsi berupa pemotongan dana penelitian sebesar lima persen pada tahun 2014-2015, masing-masing Rp 172,35 juta di tahun 2014 dan Rp 419,725 juta di tahun 2015.

Selain itu, ada dana yang tidak dibayarkan ke peneliti, masing-masing Rp 172,35 juta di tahun 2014 dan Rp 146,25 juta di tahun 2015, cicilan pembayaran kepada peneliti Rp 30,9 juta sehingga totalnya Rp 287,7 juta.

“Total kerugian Rp 905,142 juta,” kata jaksa penuntut umum (JPU). Kasus ini turut menyeret terdakwa lainya yakni mantan Bendahara LPPM Untad, Fauziah Tenri.

To Top