News

Kejaksaan Sultra Dalami Dugaan Penyelewengan Bantuan Alat Peraga Pendidikan PAUD

KENDARI, EDUNEWS.ID — Jaksa penyelidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara masih mendalami dugaan penyelewengan bantuan sosial ke sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini atau PAUD dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelum menetapkan tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sultra James Mamangkey di Kendari, mengatakan penyelidik sudah mendengarkan keterangan para kepala sekolah/PAUD penerima bantuan.

“Gelar perkara adalah standar prosedur untuk menegaskan terpenuhi atau tidak unsur-unsur perbuatan pidana korupsi. Unsur perbuatan pidana terpenuhi maka tahapan dapat ditingkatkan ke penyidikan,” kata James, Ahad (8/1).

Bantuan sosial yang digulirkan Pemerintah pusat melalui Kemendikbud pada sejumlah Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bau-Bau berupa alat peraga pendidikan.

Informasi dugaan penyelewengan maupun perbuatan melawan hukum di balik bergulirnya bansos dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan laporan masyarakat peduli pemberantasan korupsi.

Besaran bantuan sosial bagi anak usia dini bervariasi antara Rp17 juta sampai Rp19 juta setiap sekolah atau taman pendidikan.

“Informasi sementara bahwa proposal permohonan bantuan dikirim ke Kemendikbud tanpa rekomendasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bau Bau,” kata James.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bau-Bau, Masri beserta sejumlah kepala sekolah dalam kapasitas sebagai saksi sudah memberikan keterangan.

“Berdasarkan keterangan para saksi dan dokumen yang dimiliki penyelidik ada potensi terjadinya perbuatan pidana. Para saksi akan diundang kembali untuk pendalaman penanganan dugaan korupsi,” kata James.

 

 

ANTARA

To Top