Nasional

Kepala Daerah Marak OTT KPK, Mendagri Bantah Gegara Ongkos Pilkada

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Bupati Indramayu, Supendi, terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK dini hari tadi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku sedih dan prihatin karena masih saja ada kepala daerah yang ditangkap KPK.

“Itu yang saya sedih dan cukup prihatin. Mudah-mudahan. Ya selalu saya mengatakan ini yang terakhir, yang terakhir, tapi kok ya terus,” kata Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Sebelum Supendi, ada 119 kepala daerah yang telah ditangani KPK sejak 2002. Status Supendi sendiri baru akan ditentukan setelah KPK melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam pasca-OTT.

Tjahjo mengatakan Kemendagri telah melakukan pencegahan bersama KPK. Dia mengingatkan kepala daerah untuk berhati-hati di area rawan korupsi.

“Banyak, 119 (kepala daerah jadi tersangka). Ya kalau sudah itu ya bagaimana kebijakan strategi nasional, pencegahan korupsi terus. Saya sudah turun hampir ke semua provinsi dengan KPK untuk hati-hati terhadap area rawan korupsi. Pencegahan terus, perencanaan terus,” jelasnya.

Tjahjo enggan mengaitkan korupsi dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berbiaya besar. Dia mengatakan pelaku korupsi adalah oknum, bukan partai atau pemerintah.

“Tidak juga semua. Tidak bisa dijadikan indikasi. Yang salah juga bukan partainya. Yang salah juga bukan pemerintahannya. (Tapi) Oknumnya, pelakunya. Mudah-mudahan semua mengikuti media, membaca berita jadi saling hati-hati. Saling mengingatkan di antara kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Indramayu Supendi ditangkap dini hari tadi di Indramayu sekitar pukul 03.00 WIB. Total ada delapan orang yang ditangkap tim KPK.

“Unsurnya bupati, ajudan, pegawai, rekanan, dan kepala dinas dan beberapa pejabat Dinas PU lain,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Saat ini, ada lima orang yang sudah dibawa ke gedung KPK Jakarta untuk diperiksa secara intensif. Selain itu, KPK menyita duit seratusan juta rupiah dalam OTT ini.

dtk

To Top