News

Mengapa Gerakan Mahasiswa Tumpul ? Berikut Analisis Ketua GMNI Makassar

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menggelar Dialog Awal Tahun

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menggelar Dialog Awal Tahun dengan mengangkat Tema : “Membedah Gerakan Mahasiswa Indonesia; Upaya Memformulasi Gerakan Mahasiswa” yang dilaksanakan di Auditorium Kampus I UIT, Rabu (11/1/2017).

Narasumber pada kegiatan ini yaitu Hikmawan Pasalo, S.IP (Ketua GMNI Makassar), Indra Paningaran (Ketua GMKI Makassar), Salahuddin Al-ayubi (Ketua HMI Korkom Tamalate)

Pada kegiatan tersebut Bung Hikmawan mengatakan untuk melakukan upaya formulasi gerakan mahasiswa pertama-tama lakukan identifikasi penyakit-penyakit yang menjangkiti mahasiswa Indonesia hari ini

Karena menurutnya Gerakan Mahasiswa mengalami penurunan eskalasi dan tidak menemukan Ruh pergerakan dan perlawanannya secara konstruktif, terstruktur dan tersistematis, sehingga gerakan mahasiswa saat ini cenderung reaksioner, insidentil, bahkan bersifat destruktif tanpa solusi.

“Apa penyakit mayoritas mahasiswa hari ini?” dengan nada bertanya, lalu menjawab “Penyakit mahasiswa hari ini adalah Apatisme, Pragmatisme, gaya hidup yang Konsumeris, gaya hidup yang Hedonistis yang kemudian menghilangkan tradisi dan budaya intelektualitas serta budaya literasi yang progresif revolusioner” ungkap Ketua GMNI Makassar

Kemudian Hikmawan kembali bertanya ke arah peserta dialog, apa yang menyebabkan semua itu? “Itu semua disebabkan oleh Neo-Kolonialisme dan Neo-Imperialisme (NEKOLIM) yaitu wajah penjajahan dalam bentuknya yang baru”

Kalau bangsa Indonesia dulunya dijajah secara fisik sekarang ini bentuk penjajahan tidak nampak dan begitu mengelabui atau kasat mata dengan memanfaatkan Globalisasi dan kemajuan Teknologi dan Informasi merasuki pemikiran-pemikiran anak bangsa menjauhkannya dari karakter dan jiwa bangsanya, menggerus nasionalismenya, menjauhkan pemuda dan mahasiswa dari sejarah bangsanya.

Maka dari itu Ketua GMNI Makassar menawarkan satu konsep untuk digunakan menjawab tantangan zaman hari ini yaitu konsep Trilogi Pergerakan Mahasiswa: Membangun Kesadaran Kolektif, Kemauan Kolektif, dan Perbuatan Kolektif yang menjebol dan membangun dalam melawan segala bentuk Neo-Kolonialisme dan Neo-Imperialisme dengan tetap berdasar pada Pancasila 1 Juni 1945 dan UUD 1945 Naskah Asli.

Dialog ini berjalan dinamis dengan antusiasme ratusan mahasiswa berbagai fakultas Universitas Indonesia Timur.

ANDIS AMIR

To Top