Nasional

Menhan : Jangan Berpikir Picik, Bela Negara Bukan Wajib Militer

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

PURBALINGGA, EDUNEWS.ID – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa pendidikan bela negara berbeda dari latihan militer dalam konsep wajib militer. Konsep bela negara mengedepankan transformasi pengetahuan kebangsaan serta penanaman sikap cinta tanah air dan rela berkorban untuk bangsa dan negara.

“Hanya orang yang berpikir picik menyamakan bela negara dengan wajib militer. Pramuka itu bela negara, apakah Pramuka juga wajib militer?,” kata Menhan Ryamizard Ryacudu setelah mengukuhkan 540 kader bela negara di lapangan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, Rembang, Purbalingga, Selasa (24/1/2017).

Menurut Menhan, ancaman bangsa sekarang ini adalah perang cuci otak. Masyarakat dapat kehilangan rasa patriotismenya ketika pemikirannya dicuci dengan ideologi yang berseberangan dengan Pancasila. Lahirnya orang-orang radikal karena otak telah tercuci paham radikal, sedangkan wawasan kebangsaan rapuh.

“Melalui bela negara, kita kuatkan pemikiran kebangsaan dan falsafah Pancasila kepada mereka. Jadi masyarakat tidak tertarik ikut ideologi yang berkembang di negara lain,” tuturnya.

To Top