News

Pemuda Muslimin Indonesia : Ini Jalan Tengah Jika Menolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab

Dian Sandi Utama

JAKARTA, EDUNEWS.ID- Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia NTB, Dian Sandi Utama angkat bicara terkait pro-kontra rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab di Nusa Tenggara Barat.

“Saya mulai dengan mengutip alasan penolakan mereka, yang ada di media cetak dan elektronik,“Demi Allah, kami juga Islam dan patuh pada ulama. Tapi ulama yang bagaimana dulu, kita di sini punya banyak ulama. Kenapa mesti datangkan ulama dari luar? Kalau yang diundang Agil Siraj pasti dibentangkan karpet merah ya? kata Irfan”. Dari pernyataan itu, kalau kita sedikit tenang kita akan melihat bahwa yang dipermasalahkan sebenarnya adalah metode ceramah yang dijalankan Habib Rizieq sebagai alasan penolakan mereka. Menurut saya alasan ini tidak cukup kuat untuk diterima semua kalangan karena kita juga harus memahami dulu bahwa metode dakwah Habib Rizieq itu adalah metode dalil atau hujjah sehingga menampakkan kebenaran dan menghilangkan sisi kesamaran,” papar Dian Sandi Utama, seperti dikutip dari salah satu grup WA, Jumat (20/1/2017).

Dian Sandi Utama memaparkan, deskriftif analis yang bersifat kualitatif memang cenderung menggambarkan fakta sebagaimana adanya sehingga kerap kali terdengar dengan nada yang sedikit provokatif.

“Padahal menurut saya beliau hanya menghilangkan sisi abu-abunya dan seperti yang kita ketahui itu sangat berbeda dengan metode mau’idzah hasanah atau nasehat-nasehat seperti yang sering kita terima dari para ulama,” katanya.

Oleh karena itulah mungkin Kapolda tidak menerima permintaan mereka, menurutnya hal itu sangat wajar sebab kepolisian juga tidak mungkin bekerja hanya karena adanya potensi konflik dan tidak konflik atau karena adanya tekanan, terlebih lagi Pak Kapolda dihadapkan pada situasi bahwa Pemda Lombok Tengah telah mengeluarkan izin dari acara tersebut, “ya kita semua harus menerimanya” sebab kita juga harus memikirkan, bagaimana kalau nantinya ada yang akan menggelar aksi serupa karena tabligh akbar itu dibatalkan?.

Tentu menjadi repot di tengah situasi secara nasional keadaan islam dan ulama kita hari ini yang seakan-akan dipojokkan, seperti pernyataan Din Syamsudin beberapa hari yang lalu.

“Sehingga naluri intuitif Kapolda sangat baik dan menurut saya sudah benar apa yang disampaikan beliau bahwa “tabligh itu tidak bisa dilarang. Semua orang punya hak.” Sebaliknya saya Justru menyayangkan adanya pihak yang mengatas namakan pancasila dan undang-undang untuk menghilangkan hak orang lain, itu kan pemikiran yang kontradiktif!,” paparnya.

Sekarang tinggal bagaimana Panitia Tabligh Akbar mempersiapkan acara tersebut dengan baik terutama berkoordinasi dengan semua pihak.

“Dan memang benar semalam beliau (Ketua Panitia) menelpon saya untuk berkoordinasi dan meminta saya dan kawan-kawan untuk tetap tenang menghadapi persoalan ini sembari mengingatkan akan warisan Rasulullah SAW akan pentingnya persatuan ummat sebagai salah satu prinsip terbesar agama islam, jadi tidak perlu ribut-ribut dan terpancing menuju perpecahan dengan adanya penolakan dari pihak lain,” ungkapnya.

Perlu pertimbangan bahwa, begitu banyak juga yang mengharapkan kedatangan (Habib Rizieq Shihab dan Rombongan).

“Jadi hemat saya solusi atau jalan tengahnya adalah jika ada ormas dan organisasi pergerakan yang menolak kedatangan HRS, maka silahkan mereka mengeluarkan fatwa atau sejenis maklumat untuk jamaah dan anggotanya, seperti larangan shalat jum’at di jalan raya waktu itu. ini win-win solutions menurut saya,” tutupnya.

To Top