News

PMII Mojokerto Demo Tuntut Bupati Tutup Pabrik Karet

MOJOKERTO, EDUNEWS.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mojokerto berunjuk rasa di depan kantor Bupati Mojokerto. Mereka menuntut sikap tegas bupati dan anggota DPRD agar segera menutup pabrik karet PT Bumi Nusa Makmur (BNM) yang selama 8 tahun mengganggu warga dengan bau busuk.

“Kami menuntut agar pabrik karet segera ditutup karena banyak merugikan warga. Sampai sekarang masih beroperasi dan menimnulkan bau busuk sampai ke desa-desa lain di luar Desa Medali (Kecamatan Puri),” kata koordinator aksi, Siti Masruroh.

Masruroh menjelaskan, mahasiswa menuntut sikap tegas Bupati Mustofa Kamal Pasa dan DPRD Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, gelombang demonstrasi ribuan warga terdampak bau busuk PT BNM di Desa Medali, Kecamatan Puri tak kunjung membuat pemerintah mampu menutup pabrik karet tersebut.

“Mengapa dewan tak membela rakyat? Pabrik masih dibolehkan beroperasi. Dewan seperti membela warga, di lain sisi mereka masih ingin pabrik karet beroperasi,” ungkapnya.

SK Bupati tertanggal 8 Desember 2016 itu mencabut SK Bupati No 188.45/1380/HK/416-012/2008 tentang Izin Gangguan Pendirian Perusahaan Industri Karet dan Plastik serta Barang-barang dari Karet dan Plastik PT BNM. Tak hanya mencabut izin HO PT BNM, SK tersebut tegas menutup pabrik karet tersebut lantaran telah menimbulkan gejolak di masyarakat akibat bau busuk yang dihasilkan.

Namun, sampai hari ini Satpol PP Kabupaten Mojokerto belum menunjukkan sikap tegas. PT BNM tetap beroperasi, bau busuk menyerupai kotoran manusia tersebar luas mengganggu warga di 15 desa sekitar pabrik. Alih-alih berjanji akan menutup total pabrik karet pasca didemo warga 27 Desember 2016, ternyata Satpol PP hanya menyegel fasilitas PT BNM yang melanggar izin perluasan.

“Kami dan warga sudah berulang kali turun ke jalan, namun pabrik tetap beroperasi. Warga hanya ingin bernafas dengan segar tak tercemar bau,” ujarnya.

To Top