News

Pro-Kontra IKA UNM yang Baru Dilantik

MAKASSAR, EDUNEWS.ID  —  Perhimpunan Arus Bawah Universitas Negeri Makassar (Perahu) menggugat organisasi Ikatan Alumni (IKA) UNM versi Akbar Faizal dan versi Andi Jamaro Dulung.

Gugatan untuk tidak mengakui satu pun dari versi IKA UNM itu menguat dalam rapat umum yang diikuti oleh puluhan alumni fungsionaris lembaga kemahasiswaan UNM di Warkop OM Ben, Jl Daeng Tata, Kota Makassar, Senin (2/1/2017) lalu.

Menanggapi hal itu Ketua IKA UNM Andi Jamaro Dulung mempersilahkan organisasi Perahu yang diketuai oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM Periode 2008-2009, Irfan Palipui untuk berlayar.

“Perahu, silahkan berlayar. Penumpang alumni jumlahnya terlalu besar, 121.000. Biarkan kapal besar yang saya nahkodai berlayar duluan. Insyaallah kita akan ketemu di pulau tujuan, yakni kebesaran UNM dan Kesejahteraan Alumni,” kata anggota Fraksi PPP DPR RI tersebut, Rabu (4/1/2017).

“Selamat atas terapungnya Perahu. Semoga saya diundang pada acara peluncurannya. Insya Allah saya akan hadir,” jelas Andi Jamaro Dulung.

AJD menyatakan jumlah dan posisi politik alumni UNM sangat signifikan pada Pilgub Sulsel 2018 dan moment politik lainnya di Sulsel.
“Menarik bagi politisi dan memang pantas untuk diperbincangkan, tetapi ingat, alumni UNM tidak gampang terpengaruh. Mereka orang-orang yang cerdas, mereka punya kriteria tersendiri memilih pemimpin,” ungkap AJD.

“Kriteria yang saya maksud ada lima poin, pertama, Macca (pintar), Malempu (tidak suka berbohong), Materu (berani), Magetteng dan Makacua,” ujar politisi PPP asal Dapil Sulsel dua itu.

Sebelumnya, Perahu menggugat IKA UNM versi Akbar Faizal dan Andi Jamaro Dulung.
Presiden BEM UNM Periode 2008-2009, Irfan Palipui, menegaskan, baik AF dan AJD tidak tepat untuk percaya diri merepresentasikan organisasi yang mengatasnamakan alumni IKA UNM.

“Motif mereka (AF dan AJD) memimpin IKA UNM erat kaitannya dengan kepentingan pemilihan Gubernur Sulsel 2018,” ungkap Irfan.

“Siapa kalian? Seenaknya mau datang merepresentasikan kami sebagai alumni hanya karena adanya pilgub. Omong kosong representasi itu (IKA). Itu hanya politis saja. Banyak alumni yang tidak pernah diperdulikan oleh IKA,” tambah Irfan.

Irfan menjelaskan, jutaan alumni IKIP (sekaran UNM) tidak mengenal sosok Akbar Faizal maupun Andi Jamaro Dulung. Menurutnya, selain itu IKA UNM juga tidak pernah memberikan kontribusi positif kepada alumninya.

 

 

To Top