News

Ramalan Cuaca, Waspadai Hujan Ekstrem di 13 Daerah

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, meminta masyarakat di 13 wilayah di Indonesia untuk waspada terhadap curah hujan yang ekstrem.
Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) basah yang meningkatkan suplai uap air berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.
“Meskipun sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, tetapi wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Masa transisisi biasanya ditandai dengan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif lokal,” kata Dwikorita di Gedung BMKG, Jakarta, Ahad (29/4/2018).
Dwikorita memaparkan fenomena MJO basah ini akan berlangsung selama tujuh hingga 10 hari ke depan. MJO basah ini telah bergerak menuju wilayah Indonesia bagian timur. Oleh karena itu, Dwikorita meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai curah hujan ekstrem akibat MJO basah ini.
Adapun 13 wilayah yang dimaksud, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
“Perlu juga diwaspadai potensi terjadinya kilat dan petir dalam dua hari ke depan yang masih dapat terjadi di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, pesisir timur Sumatera, Banten, dan Jawa Barat bagian utara,” ujar Dwikorita.
Siklon Tropis Flamboyan
Ia juga mengimbau agar kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi. Sebab, selain MJO basah, juga terjadi siklon tropis Flamboyan.
Menurut dia, meskipun sudah menjauhi wilayah Indonesia, siklon ini juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan Indonesia sekitar dua hingga tiga hari ke depan.
Oleh karena itu, masyarakat juga perlu mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil. “Kami juga mengimbau agar masyarakat menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda,” ucapnya.
Menurut Dwikorita, peningkatan tinggi gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan Perairan Enggano.
“Kedua, terjadi juga gelombang laut dengan tinggi 2,5 hingga empat meter di wilayah perairan selatan Jawa, Samudra Hindia, barat Lampung, hingga selatan Jawa,” tuturnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun baliho roboh. Di sisi lain, ia berharap agar masyarakat mewaspadai angin puting beliung lokal dengan radius sekitar 500 meter.
Ia tak ingin peristiwa angin puting beliung menimbulkan korban. Di tempat yang sama, Dwikorita membantah edaran informasi yang menyatakan Badai Tropis Cempaka akan mendekat ke wilayah Pulau Jawa. Dwikorita mengungkapkan informasi tersebut adalah hoax.
Ia menegaskan, badai tropis yang terjadi satu tahun lalu itu sudah punah. “Nah, ini mohon dipahami, nama siklon itu tidak akan terulang lagi sehingga itu hoax. Kalau masih ada diberitakan siklon Cempaka akan datang lagi, itu jelas salah,” ujarnya.

To Top