News

Sejarah Tentang Pangeran Diponegoro Disekap oleh Belanda Ternyata Keliru, Berikut Ceritanya

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Setelah ratusan tahun, haul wafat Pangeran Diponegoro digelar akhirnya akan digelar.

Bahkan Haul ini akan digelar di Kota Makassar di mana Pangeran Diponegoro dimakamkan.

Ketua PEPADI Sulsel, Soeprato Budisantoso menjelaskan bahwa haul wafat Pangeran Diponegoro ke 162 diperingati untuk mengingat kembali perjuangannya dalam menentang kolonialisme.

“Haul ini sekaligus mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro, serta meluruskan beberapa catatan terkait dengan perjalanan hidup dari Pangeran Diponegoro,” ujarnya di Losari Beach Makassar, Ahad (8/1/2017).

Ia menuturkan, bahwa banyak sumber penulisan dan karya tulisan lain terkait dengan sejarah Pangeran Diponegoro baik itu sebelum dan masa perlawanan melawan penjajah. Namun, cerita yang sesungguhnya   belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat.

“Banyak cerita yang disampaikan para guide (gait) yang terlalu didramasitir. Terutama cerita jika selama pembuangan Diponegoro, ia disekap dalam sebuah sel yang sempit dan gelap,” ungkapnya.

Ada cerita yang dramatisir tentang penahanan Pangeran Diponegoro selama ditahan di Benteng Rotterdam Makassar.

“Sebenarnya saat Pangeran Diponegoro selama menjalani tahanan tinggal di dalam sebuah gedung berupa apartemen Perwira. Selain itu, selama penahanan, Pangeran Diponegoro masih bisa menulis buku, mendalami tasawuf dan tarekat, sekaligus berkeluarga yang memberinya tujuh anak sampai beliau wafat karena lanjut usia,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Raja Gowa, Andi Maddusila Andi Ijo, bahwa Pangeran Diponegoro tidak dikurung dalam sel atau disekap selama ditahan oleh Belanda di Makassar.

“Menurut cerita dari ayah saya, selama ditawan Pangeran Diponegoro tidak Disekam tapi hanya ditahan dalam Kompleks Benten Rotterdam,” tambahnya saat memberikan testimoni terkait dengan Haul Pangeran Diponegoro.

To Top