Hukum

Selain Patrialis Akbar, ada 10 orang Lainnya yang OTT

JAKARTA, EDUNEWS.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan 11 orang salah satunya adalah hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam operasi tangkap tangan di Jakarta. Salah satu yang ditangkap dipastikan merupakan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar yang terkena Operasi Tangkap Tangan di sebuah hotel di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Selain itu, rumah Patrialis Akbar yang berada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur juga sedang digeledah oleh penyidik KPK.

“Terdapat indikasi pemberian hadiah atau janji terkait pengujian Undang-Undang yang diajukan oleh pihak tertentu ke MK,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Basaria mengatakan, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sejumlah pihak yang diamankan pada saat operasi tangkap tangan tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo juga telah membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.

Kasus yang menjerat hakim konstitusi Patrialis Akbar berkaitan dengan suap terhadap uji materi pasal Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ketua Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat membenarkan bahwa MK memang tengah memproses uji materi pasal di UU tersebut.

Saat ini kata dia, uji materi atau judicial review (JR) tersebut sudah tahap finalisasi dan tinggal pembacaan putusan.

“Iya ada JR itu, mengenai hal itu dan itu sudah dalam tahap ingin dibacakan putusan, ini sudah selesai finalisasi dan akan segera dibacakan putusannya,” kata Arief dalam keterangan pers di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Diketahui, Patrialis dalam uji materi pasal UU tersebut merupakan tim panel bersama hakim Manahan Sitompul dan I Dewa Gede Palguna. Meski demikian, tugas panel sendiri hanya memeriksa sidang pendahuluan. Namun serangkaian proses persidangan hingga putusan melalui rapat permusyawaratan hakim (RPH) diputuskan oleh sembilan hakim konstitusi.

“Seluruhnya, sembilan hakim, tidak dia sendirian, dan beliau hanya anggota panel dan hakim anggota,” kata dia.

To Top