Kampus

Teknik Unhas Deklarasikan Petisi Teknik Damai Tanpa Kekerasan

GOWA, EDUNEWS.ID — Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Gowa berkomitmen untuk mewujudkan kampus tanpa kekerasan.

Komitmen tersebut dituangkan dalam petisi “Teknik Damai Tanpa Kekerasan” yang dideklarasikan di sela-sela pelatihan Peer Mentor dan Training of Trainer Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di kampus Unhas Gowa.

Petisi ini berisi tiga poin pernyataan sikap. Yakni menolak segala bentuk kekerasan fisik, verbal, dan mental di fakultas teknik. Bersedia mewujudkan budaya gerakan tanpa kekerasan berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan, menjunjung tinggi solidaritas. Dan loyalitas berdasarkan asas kekeluargaan.

Salah seorang mahasiswa, Dwiki Timur Pratama mengatakan, petisi ini merupakan komitmen bersama seluruh mahasiswa untuk mengubah citra Fakultas Teknik Unhas yang selama ini sering diidentikkan dengan budaya kekerasan. Menurut dia, citra buruk yang selama ini melekat di masyarakat itu harus segera diubah.

“Fakultas Teknik Unhas ke depan harus menjadi kampus berkemajuan yang damai tanpa kekerasan,” katanya.

Ia menambahkan, kampus Fakultas Teknik Unhas Gowa nantinya mesti bebas dari tindak kekerasan baik fisik maupun psikis. Kampus harus kembali lebih dihidupkan dengan aktivitas-aktivitas keilmuan, seperti diskusi ilmiah, penelitian, dan lain sebagaianya.

“Setelah deklarasi komitmen ini, kami akan melakukan aksi kampanye di lingkungan kampus agar cita-cita ini bisa terwujud. Seperti membudayakan diskusi dan menulis,” kata Dwiki.

Adapun Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unhas, Daeng Paroka, Phd menyambut baik komitmen perubahan itu. Menurut dia, penghapusan budaya kekerasan di kampus Unhas adalah sebuah keharusan.

“Kampus kita sudah bertransformasi dari Tamalanrea ke Gowa. Maka, sudah seharusnya citra buruk ini juga diubah,” kata Daeng Paroka.

[Rakyatku]

To Top