News

Tingkatkan SDM Ketenagakerjaan, Pemerintah Gandeng Universitas Tsinghua Tiongkok

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang ketenagakerjaan dengan menjalin kerja sama dengan salah satu institusi akademis yang kuat dalam riset dan pelatihan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yakni Universitas Tsinghua.

Kredibilitas perguruan tinggi dari negara tirai bambu itu tidak diragukan. Didirikan pada 1911, Universitas Tsinghua merupakan lembaga yang didedikasikan untuk keunggulan akademik, kesejahteraan masyarakat Tiongkok, dan pembangunan global. Dengan riset dan pelatihan yang kuat, Universitas Tsinghua konsisten mendapat peringkat sebagai salah satu institusi terbaik di Tiongkok.

“Dunia telah mengalami perubahan drastis, perubahan dari ekonomi berbasis produksi menjadi ekonomi berbasis pengetahuan. Karena itu, tenaga kerja berbasis pengetahuan, keahlian, dan inovatif menjadi sangat penting,” ujar Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta.

Hadir Sekjen Kemnaker Abdul Wahab Bangkona, Irjen Kemnaker Sunarno, Plt. Dirjen Binwasnaker Maruli A. Hasoloan, Dirjen PHI dan Jamsostek Kemnaker Haiyani Rumondang, Presiden Tsinghua University Qui Yong, Ketua Apindo Hariadi Sukamdani, dan salah satu pendiri Yayasan Upaya Indonesia Damai Aristides Katoppo. Menurut Menaker, basis produksi dunia usaha dan industri saat ini tidak bisa hanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) saja. Namun, saat ini yang dibutuhkan oleh semua bangsa untuk maju adalah ketersediaan SDM yang memiliki pengetahuan atau kompetitif.

“SDM yang memiliki pengetahuan sudah tentu memiliki kompetensi dan kemampuan untuk berinovasi. Hal inilah yang perlu didorong pertumbuhannya,” tambah Hanif.

Dikatakan, SDM kompetitif dibutuhkan di semua sektor, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun di serikat pekerja. Oleh karenanya, pemerintah akan selalu menjalin kerja sama dengan seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Baik lintas kementerian/lembaga, pengusaha, dan serikat pekerja/serikat buruh.

“Kebutuhan SDM kompetitif di republik ini di butuhkan di semua sektor, dibutuhkan di semua level. Itulah mengapa kita juga harus berani membuka hati kita. Membuka aspek-aspek yang lebih baik di negara lain, sebagai pembelajaran,” terang Hanif.

Kerja sama dengan berbagai pihak tersebut akan selalu diarahkan untuk mewujudkan SDM Indonesia yang berkualitas, berkarakter, kompetitif, dan inovatif.

 

[PR]

To Top