Nasional

Radang Jantung Miokarditis Akibat Vaksin, Ini Kata Dokter

Ilustrasi.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan kasus radang jantung miokarditis dan perikarditis yang terjadi setelah pemberian vaksin Covid-19 jenis mRNA seperti Pfizer dan Moderna.

“Laporan ini [peradangan jantung setelah vaksin] jarang terjadi. Hal ini utamanya terjadi pada kelompok remaja dan dewasa muda,” tulis CDC dalam laman resminya.

Kasus yang dilaporkan ke Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) rata-rata terjadi pada remaja laki-laki dan dewasa muda usia 16 tahun atau lebih.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A Damay mengatakan, peradangan jantung yang terjadi setelah vaksin Pfizer mengenai area otot dan kulit jantung. Kondisi itu disebut pula sebagai miokarditis dan perikarditis.

“Miokarditis menyebabkan sakit dada, sesak napas, dada tak nyaman, berdebar-debar,” tutur Vito, dalam sebuah unggahan yang dibagikan pada CNNIndonesia.com, Kamis (3/6/2021).

Kasus radang jantung miokarditis dan perikarditis ini, lanjut Vito, umumnya terjadi beberapa hari hingga satu minggu setelah mendapatkan vaksin jenis mRNA.

“Kasus ini biasanya terjadi pada usia muda dan laki-laki. Biasanya muncul setelah [suntikan] vaksin [dosis] kedua,” terang Vito.

Hingga saat ini, Vito mengatakan, masih belum diketahui dengan jelas bagaimana hubungan vaksin jenis mRNA memengaruhi kesehatan jantung.

Meski ditemukan, namun laporan kasus peradangan pada jantung akibat vaksin ini masih jarang terjadi. Peradangan jantung akibat vaksin ini juga bisa disembuhkan.

“Bisa sembuh dengan pengobatan yang baik,” ujar Vito. Selama ini, pasien peradangan jantung merespons dengan baik. Pasien juga dapat beraktivitas seperti sedia kala, di bawah pengawasan dokter.

Kendati demikian, Vito tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu khawatir pada efek samping vaksin Covid-19, khususnya Pfizer yang akan menjadi salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia. Masyarakat, tegasnya, tetap perlu melakukan vaksinasi.

“Karena vaksin melindungi kita dari Covid-19. Dan ingat, kita seharusnya lebih takut pada Covid-19, bukan sama vaksin,” tutupnya.

cnn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top