GARUT, EDUNEWS.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah dilaksanakan 26-27 Agustus 2021 di Garut. Kegiatan yang menjadi ajang suksesi kepemimpinan di organisasi berhimpunnya para pemuda ini seyogyanya berjalan aman dan menjadi media bersatunya pemuda Jawa Barat.
Namun sayang, kondisi tersebut malah dikacaukan oleh sekelompok oknum yang mencoba mendeligitimasi kegiatan tersebut dengan menyuarakan bahwa ada peserta hantu di Musda KNPI Jabar.
Rupanya, kelompok yang mengatasnamakan diri PW SEMMI Jabar berusaha menggertak panitia dengan isu deligitimasi sebagai nilai tawar agar pihaknya diakomodir menjadi peserta di kegiatan tersebut.
Mereka kecewa sebab Musda telah dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SEMMI Provinsi Jawa Barat yang sah dengan legalitas yang mereka bawa dan telah terverifikasi.
Ketua Korwil SEMMI Jabar, Mumuh Muhidin yang didampingi Sekretarisnya, Rifza Fauzi menegaskan justeru merekalah yang mengantongi legalitas formal yang sah dibuktikan dengan akta notaris, SK Menkumham, SK dari DPP SEMMI, SKT di Bakesbangpol Jawa Barat.
Sayangnya, akal licik oknum yang mengatasnamakan PW SEMMI Jabar tersebut bersambut dengan tingkah Ketua Steering Committee (SC) yang menyerahkan barcode kepesertaan yang seharusnya hak Mumuh dan Rifza, kepada oknum tersebut.
Menanggapi hal ini, Rifza Fauzi mengatakan bahwa hak legal formal mereka telah dikebiri oleh panitia, “Bagaimana hak-hak kami yang membawa legalitas formal yang sah dan jelas secara hukum, tetapi kok panitia malah menetapkan peserta dari oknum ‘maling teriak maling’. Dia yg ilegal, tapi menuduh kita yang sah sebagai inkonstitusional.” terangnya.
Sementara Mumuh Muhidin menegaskan agar Musda XV Pemuda/KNPI Jawa Barat jangan diciderai dengan pelanggaran berat panitia yang mendukung peserta ilegal.
“Pak Gubernur, Kang Emil kan sudah memberikan amanat di acara pembukaan Musda KNPI, di Jawa Barat haram hukumnya bertengkar! Tetapi kenapa malah Ketua SC sendiri yang memicu pertengkaran dengan mengakomodir oknum peserta ilegal yang maling teriak maling. Aneh kan? Ada kongkalingkong apa coba di Musda KNPI ini?” pungkasnya dengan nada heran.
“Kita yang sudah menjadi peserta peninjau di Musda sebelumnya, dan tak ada SEMMI lain. Bahkan Sekretaris DPD KNPI Jabar Kang H. Askom sering hadir di kegiatan rutin kami. Kenapa Ketua SC mengakomodir peserta ilegal?” tambahnya.
