MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pasokan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, telah mati total selama hampir dua pekan. Kondisi ini telah menyebabkan keresahan di kalangan warga, sementara PDAM Kota Makassar belum mampu memberikan kepastian mengenai kapan masalah ini akan teratasi.
Seorang pelanggan di RW 8 Kelurahan Daya, Nasir (40), mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sudah melayangkan keluhan ke PDAM, yang direspons dengan janji akan mendeteksi sumber penyebab terhentinya aliran air. Namun, hingga kini, aliran air tak kunjung normal.
“Terganggu sekali karena tidak ada sama sekali air yang bisa dipakai. Ini sudah sepuluh hari lebih air tidak mengalir,” ujar Nasir, pada Selasa (25/11/2025), dikutip dari tribuntimur.
Cari Sumber Air Alternatif
Masalah serupa juga dialami oleh warga yang bermukim di sekitar belakang patung ayam Daya. Nasir menyatakan bahwa ini adalah kejadian terlama air PDAM mati yang pernah dialaminya.
“Baru kali ini begini, biasanya tidak,” katanya.
Situasi darurat ini memaksa warga untuk mencari sumber air alternatif yang kurang layak. Banyak warga terpaksa menggunakan air sumur bor yang berbau tak sedap, sementara sebagian lainnya harus mengandalkan air hujan hasil penampungan.
Warga merasa sangat dirugikan karena di tengah kesulitan air bersih, tagihan PDAM diketahui tetap berjalan.
“Kalau cuma sehari airnya mati tidak masalah, ini sudah berhari-hari. Kami minta tolong ke PDAM Kota Makassar agar segera melihat kondisi air di wilayah kami,” tegas Nasir.
Dirinyaberharap pasokan air bersih bisa segera normal kembali.
Hingga berita ini diturunkan, PDAM Kota Makassar belum berhasil menemukan sumber masalah yang menyebabkan macetnya aliran air. Sementara itu, ratusan kepala keluarga di wilayah Daya berjuang memenuhi kebutuhan air sehari-hari mereka.
