MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senator Tamsil Linrung, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas pemerintah untuk menertibkan Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. Tamsil menegaskan, keberadaan bandara tersebut berpotensi menciptakan “negara dalam negara” dan menguasai aset negara secara ilegal.
Pernyataan ini disampaikan Tamsil di Makassar, Selasa (25/11/2025), setelah menghadiri Kuliah Umum Direktur Utama MIND ID di Gedung Rektorat Unhas Tamalanrea. Senator asal Sulawesi Selatan ini sepakat dengan kekhawatiran yang sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
“Kita tidak boleh membiarkan sekecil apapun ada aset negara yang dikuasai oleh swasta secara ilegal,” ujar Tamsil Linrung.
Keluhan Imigrasi, Cukai, dan Tenaga Kerja Asing
Menurut Tamsil, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, apalagi lokasi yang diduga dikuasai tersebut diindikasikan lebih luas dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia juga menyoroti berbagai keluhan yang selama ini beredar terkait operasional bandara tersebut.
“Sudah sering kita dengarkan keluhan jika ada orang yang membawa hasil bumi tapi tidak melalui imigrasi, tidak melalui biaya cukai, tidak ada pajak,” jelasnya.
Tamsil menceritakan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Anggota DPR RI, di mana ia pernah mengundang perwakilan IMIP untuk dimintai keterangan.
“Beberapa hal kita tanyakan termasuk tidak ada imigrasi, tidak ada biaya cukai di situ, termasuk penerimaan karyawan dari China banyak. Dari 2.000 karyawan, ada 1.994 yang didatangkan dari Tiongkok,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh DPD RI, Tamsil Linrung mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan bahwa semua aset dan kedaulatan di wilayah Morowali sepenuhnya berada di bawah kendali negara. (**)
