JAKARTA, EDUNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkini mengenai dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Data per Senin sore (1/12/2025) menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah korban jiwa dan hilang, mencerminkan besarnya skala bencana yang terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin) BNPB, Abdul Muhari, memastikan bahwa data yang ditampilkan telah diperbarui secara langsung (live) dan akurat. “Data yang tampil data ter-update,” ujar Abdul Muhari kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
Data Nasional Korban Bencana per 1 Desember 2025 (Pukul 17.38 WIB):
| Kategori Dampak | Jumlah Korban |
| Korban Jiwa (Meninggal) | 593 orang |
| Korban Hilang | 468 orang |
| Korban Luka | 2.600 orang |
| Warga Terdampak | 1,5 juta orang |
| Jumlah Pengungsi | 578 ribu orang |
Rincian Korban Jiwa per Provinsi
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat jumlah korban meninggal tertinggi, diikuti oleh Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh.
| Provinsi | Korban Jiwa (Meninggal) | Korban Hilang | Korban Luka |
| Sumatera Utara | 272 orang | 172 orang | 613 orang |
| Sumatera Barat | 165 orang | 114 orang | 112 orang |
| Aceh | 156 orang | 181 orang | 1.800 orang |
| Total | 593 orang | 468 orang | 2.525 orang |
(Catatan: Total korban luka di tabel rincian (2.525) sedikit berbeda dengan total keseluruhan (2.600), mengikuti data yang disampaikan.)
Kerusakan Infrastruktur dan Pemukiman
Bencana ini juga meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur dan properti masyarakat.
-
Rumah Rusak:
-
Rusak Berat: 3.500 unit
-
Rusak Sedang: 4.100 unit
-
Rusak Ringan: 20.500 unit
-
-
Fasilitas Umum:
-
Jembatan Rusak: 271 unit
-
Fasilitas Pendidikan Rusak: 282 unit
-
Sebelumnya dilaporkan, akses di beberapa wilayah, seperti 10 kecamatan di Aceh Tamiang, masih sulit terjangkau bantuan karena parahnya kondisi banjir dan longsor. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Aceh untuk tetap waspada mengingat wilayah tersebut masih berada dalam musim hujan sepanjang Desember (**)
