ACEH, EDUNEWS.ID – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengungkapkan kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pekan lalu. Menurut Mualem, korban jiwa terus berjatuhan bukan semata-mata karena banjir, melainkan akibat kelaparan karena terputusnya akses bantuan.
“Mereka meninggal bukan meninggal (karena) banjir, (tapi) mati kelaparan,” kata Mualem di Aceh, Sabtu (6/12/2025), dalam video yang dipantau dari YouTube KompasTV.
Tiga Kabupaten Paling Urgen
Mualem membeberkan bahwa penyaluran bantuan pangan (sembako) menjadi prioritas utama, khususnya di tiga kabupaten yang kondisinya paling urgen dan sulit dijangkau:
-
Kabupaten Aceh Tamiang
-
Kabupaten Aceh Timur
-
Kabupaten Aceh Utara
Penyaluran bantuan ke daerah-daerah pedalaman di tiga kabupaten tersebut terkendala karena akses jalan yang masih terendam banjir dan putusnya sejumlah jembatan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, penyaluran bantuan saat ini tengah diupayakan menggunakan perahu karet.
Mualem menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja aktif untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada daerah-daerah yang membutuhkan.
Data Kerusakan dan Korban Jiwa Capai Ratusan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 6 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, mencatat dampak parah dari bencana ini di 18 kabupaten di Aceh.
| Kategori Dampak | Jumlah |
| Korban Meninggal Dunia | 353 jiwa |
| Korban Hilang | 115 orang |
| Korban Terluka | 3.500 jiwa |
| Rumah Rusak | 97.400 unit |
Selain itu, infrastruktur publik juga mengalami kerusakan masif, dengan rincian:
-
Fasilitas umum: 585
-
Rumah ibadah: 201
-
Fasilitas kesehatan: 126
-
Gedung/kantor: 205
-
Fasilitas pendidikan: 258
-
Jembatan: 312
Krisis pascabencana ini juga dilaporkan menyebabkan listrik putus dan lonjakan harga beras yang drastis di wilayah seperti Aceh Tengah, menambah beban penderitaan masyarakat yang terdampak. (**)
