JAKARTA, EDUNEWS.ID – Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak tegang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja menyentuh rem darurat atau trading halt setelah terjun bebas sebesar 8% ke level 8.261,788.
Keputusan penghentian sementara ini diambil sesaat setelah perdagangan sesi II dibuka pada hari ini, Rabu (28/1/2026). Langkah ini merupakan bentuk proteksi bursa untuk meredam kepanikan pasar yang kian liar.
Pemicu Utama : Efek Domino Rebalancing MSCI
Sentimen negatif dipicu oleh perubahan bobot indeks MSCI yang memicu eksodus besar-besaran dana asing. Meskipun para analis menilai tekanan ini bersifat teknis dan bukan cerminan fundamental emiten, nyatanya kepanikan pasar tak terbendung.
Sejak sesi I, IHSG memang sudah “sekarat” dengan koreksi tajam mencapai 7,34%, sebelum akhirnya benar-benar menyentuh ambang batas 8% di sesi II.
Aturan Main “Rem Darurat” BEI
Sesuai dengan protokol keselamatan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, berikut adalah tahapan yang akan dilakukan jika IHSG terus merosot dalam satu hari yang sama:
| Ambang Batas Penurunan | Tindakan Bursa | Durasi |
| Turun > 8% | Trading Halt | 30 Menit (Sedang Berlangsung) |
| Turun > 15% | Trading Halt | 30 Menit (Lanjutan) |
| Turun > 20% | Trading Suspend | Sampai Akhir Sesi / Izin OJK |
Sebagai catatan, penghentian 30 menit ini diharapkan dapat memberi waktu bagi investor untuk mendinginkan kepala dan mencerna informasi sebelum kembali melakukan transaksi.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Saat ini, seluruh aktivitas perdagangan dihentikan sementara. Investor kini tengah menunggu apakah IHSG mampu melakukan rebound saat perdagangan dibuka kembali nanti, atau justru terperosok lebih dalam menuju batas halt kedua di angka 15%.
Tetap tenang dan pantau terus portofolio Anda. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat Anda mengambil keputusan investasi yang gegabah. (*)
