MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Makassar. Dalam pertemuan yang berlangsung di Pantai Bosowa, Minggu (8/2/2026), pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan tidak akan menoleransi perangkat wilayah yang abai terhadap tugasnya.
Appi menekankan bahwa RT dan RW adalah ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga. Oleh karena itu, sikap malas, tidak responsif, atau enggan berbaur dengan masyarakat dianggap sebagai bentuk pengabaian amanah.
“Saya tidak mau dengar ada RT/RW dilaporkan karena tidak mau mendengar keluhan warganya. Tidak mau bergaul dengan tetangganya, apalagi tidak mau menjalankan program pemerintah,” tegas Appi di hadapan ribuan perangkat wilayah dalam pertemuan yang berlangsung di Pantai Bosowa, Minggu (8/2/2026),
Aduan Langsung ke Ponsel Wali Kota
Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, Pemerintah Kota Makassar kini mengandalkan sistem digital melalui Aplikasi Lontara. Aplikasi ini dirancang agar setiap keluhan warga mengenai infrastruktur, sampah, hingga layanan sosial dapat terpantau secara transparan.
Wali Kota memberikan peringatan teknis: jika sebuah aduan publik tidak ditindaklanjuti dalam waktu dua hari oleh pihak kelurahan atau RT/RW terkait, laporan tersebut akan otomatis diteruskan ke ponsel pribadinya untuk dievaluasi langsung.
“Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Jangan sampai warga merasa tidak memiliki tempat untuk melapor,” tambahnya.
Integritas dan Keadilan Sosial
Selain masalah responsivitas, Munafri juga menyoroti integritas dalam pembagian bantuan sosial (bansos). Ia menegaskan bahwa era “bantuan untuk kerabat” harus diakhiri. Dengan sistem digital yang tengah dikembangkan, Makassar diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam transparansi bansos.
“Tidak boleh lagi ada cerita yang dapat bantuan itu sepupunya Pak RT atau Pak RW. Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” jelas Ketua IKA FH Unhas tersebut.
Komitmen Pelayanan Lima Tahun
Di akhir arahannya, Appi mengajak RT/RW untuk menanggalkan sekat-sekat politik pasca-pemilihan. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah kolaborasi untuk mencapai target lima tahun kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota, Aliyah, termasuk program seragam sekolah gratis dan pembangunan infrastruktur seperti Stadion Untia.
Pemerintah juga menjanjikan penghargaan bagi RT/RW terbaik yang mampu menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungannya dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka (*)
