DAERAH

Aceh Tengah Masih Terisolir : Jalur Lintas Tengah Putus Total, Distribusi Logistik Terhambat

Helikopter milik TNI saat lepas landas di Lapangna Musara Alun, Kota Takengon pada Jumat (5/12/2025). (Foto : RRI)

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Upaya pembukaan akses pada jalur Lintas Tengah Aceh yang menghubungkan Kutacane – Gayo Lues – Takengon masih terhambat parah. Hingga hari ini, sejumlah titik di kawasan tersebut dilaporkan belum dapat dilalui, menjadikan wilayah Aceh Tengah (Takengon) praktis masih terisolir dari jalur logistik utama.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Heri Yugiantoro, membenarkan kondisi kritis ini. Dalam keterangannya kepada RRI Banda Aceh, Heri menjelaskan bahwa kerusakan terparah terjadi setelah kawasan Kota Cane, di mana bagian badan jalan hanyut dan hilang terseret arus, menyebabkan akses putus total.

“Jalur utama Kutacane – Gayo Lues – Takengon hingga kini belum terhubung. Kerusakan berada di beberapa titik setelah Kota Cane, sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa melintas,” tegas Heri, dikutip Sabtu (6/12/2025).

Jembatan Darurat Jadi Harapan Pemulihan

Untuk mengatasi kondisi isolasi parah yang terjadi, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah mengambil langkah darurat secara cepat.

Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah membangun kembali koneksi jalur secepat mungkin. Penanganan di lokasi putus dilakukan dengan menutup saluran air yang memotong badan jalan, lalu diikuti dengan membangun jalur sementara menggunakan timbunan material.

Sebagai solusi permanen sementara, dua unit jembatan darurat tipe Bailey telah diberangkatkan menuju kawasan Gayo Lues. “Jika sudah tertutup semuanya (jalan sementara dengan timbunan), baru kita rangkai jembatan darurat di lokasi itu. Dengan demikian, pemasangan jembatan darurat ini menjadi kunci utama dan harapan terbesar untuk membuka isolasi di jalur Lintas Tengah Aceh,” Jelas Heri.

Distribusi Logistik Andalkan Jalur Alternatif

Dengan terputusnya akses utama, distribusi logistik, relawan, dan bantuan darurat menuju Aceh Tengah harus mengandalkan jalur alternatif.

Heri Yugiantoro memastikan bahwa bantuan dari arah Blangkejeren masih dapat bergerak menggunakan jalan provinsi menuju wilayah Babarot, yang merupakan bagian dari lintas pegunungan atau lintas barat. Jalur ini menjadi satu-satunya tumpuan sementara untuk menjaga pasokan kebutuhan darurat di tengah kondisi akses utama yang belum pulih.

BPJN Aceh terus mengerahkan alat berat dan teknisi di berbagai titik kerusakan untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan kebutuhan logistik masyarakat Aceh Tengah dapat terpenuhi. (**8)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top