MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Menjelang penghujung tahun, Pemerintah Kota Makassar menggelar agenda Refleksi Akhir Tahun sebagai ruang evaluasi terbuka terhadap kinerja pemerintahan selama hampir setahun terakhir. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada hari Rabu (17/12/2025) bertempat di Hotel Novotel Makassar.
Forum ini menjadi momentum krusial bagi pasangan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA) untuk membedah capaian serta menakar tantangan pembangunan ke depan. Refleksi ini diposisikan sebagai wadah kejujuran dan transparansi, di mana pemerintah menggandeng para pakar akademis untuk memberikan penilaian objektif terhadap kinerja birokrasi.
Instrumen Evaluasi untuk Perbaikan Birokrasi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam arahannya menekankan bahwa refleksi ini adalah cermin untuk melihat sejauh mana efektivitas pelayanan publik selama beberapa bulan masa kepemimpinan. Menurutnya, hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan merupakan instrumen penting untuk memetakan model kerja pemerintahan yang lebih responsif.
“Ukuran ini memberikan gambaran tentang model kerja yang akan kita lakukan ke depan. Ini bukan hasil akhir, melainkan landasan bagi kita untuk berpikir dan bekerja lebih baik lagi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab,” tegas Munafri.
Dalam forum tersebut, hadir narasumber ahli seperti Dr. Muh. Idris, Dr. Adi Surya Culla, serta Ras MD dari Parameter Publik Indonesia. Kehadiran para akademisi ini memperkuat kedalaman analisis terhadap arah kebijakan Kota Makassar agar tetap berada pada jalur yang tepat.
Keberpihakan pada Pendidikan dan Hak Dasar
Selama masa kepemimpinan MULIA, sejumlah program yang menyentuh sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial mulai dirasakan dampaknya. Kebijakan pemberian seragam sekolah gratis menjadi langkah nyata dalam mengurangi beban ekonomi orang tua siswa. Di sisi lain, peningkatan akses air bersih serta layanan pengaduan melalui aplikasi digital menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menambahkan bahwa kerja kolektif adalah kunci utama. Beliau menyoroti pentingnya data riset yang akurat sebagai basis pengambilan kebijakan. Dalam kesempatan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) juga menyerahkan rekomendasi strategis kepada berbagai dinas terkait guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Mendorong Inovasi dan Pemerataan
Meskipun banyak apresiasi yang telah diraih, Munafri Arifuddin tetap memberikan catatan kritis terhadap jajaran Organisasi Perangkat Daerah agar lebih berani melahirkan inovasi. Selain penguatan ekonomi melalui pertanian perkotaan dan bantuan bagi usaha mikro, pemerintah juga memberikan perhatian serius pada pembangunan di wilayah kepulauan guna memastikan pemerataan akses dan perhatian.
Di sektor demokrasi lokal, pemilihan ketua lingkungan secara langsung menjadi upaya untuk memperkuat kedaulatan masyarakat dari tingkat akar rumput. Refleksi akhir tahun ini diakhiri dengan harapan kolektif agar seluruh elemen masyarakat terus memberikan dukungan demi membawa Makassar menuju kota yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
