Melakukan konversi karya ilmiah menjadi agenda rutin bagi dosen profesional. Sayangnya, belum semua dosen bisa produktif melakukan konversi. Padahal ada banyak keuntungan bisa didapatkan. Berikut informasinya.
Mengapa Konversi KTI Penting?
Konversi KTI dipahami sebagai proses mengubah struktur dan gaya bahasa dari satu jenis karya tulis ilmiah ke jenis karya tulis ilmiah lain. Sebagai contoh, konversi artikel pada jurnal atau prosiding menjadi naskah buku monograf.
Melakukan konversi KTI memang tidak mudah. Dibutuhkan keterampilan menulis yang baik dan pemahaman struktur masing-masing KTI secara mendalam. Meski sulit, konversi ini tetap perlu dijalankan dosen. Sebab memiliki beberapa arti penting berikut:
-
Menunjukan Keterkaitan Seluruh Tri Dharma
Melakukan konversi KTI dan hasilnya kemudian dipublikasikan. Maka dosen telah membuktikan dan menunjukan bahwa seluruh kegiatan tri dharma berkaitan satu sama lain.
Sebab, KTI dari kegiatan penelitian yang dipublikasikan ke jurnal bisa dikonversi menjadi buku monograf. Contoh lain, publikasi jurnal kegiatan pengabdian bisa dikonversi menjadi buku monograf atau referensi.
-
Menjadi Bukti Penelitian Terintegrasi dengan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran atau perkuliahan tidak sebatas hanya mengandalkan buku ajar, modul, maupun diktat saja. Melainkan lebih kompleks lain. Salah satunya mengandalkan buku ilmiah hasil penelitian. Sehingga konversi KTI menjadi bukti kegiatan penelitian terintegrasi dengan pembelajaran.
-
Menguatkan Identitas dan Otoritas Keilmuan Dosen
Arti penting konversi KTI secara mandiri maupun menggunakan jasa konversi KTI berikutnya adalah menguatkan identitas sebagai dosen. Sekaligus menguatkan otoritas keilmuan dosen.
Artinya, dengan melakukan konversi maka hasil penelitian dosen dan aktivitas tri dharma lain tidak hanya bisa diakses kalangan terbatas. Namun diakses masyarakat luas. Sehingga menunjang personal branding dan reputasi akademik dosen. Disusul dengan membangun riwayat kepakaran dosen.
-
Melanjutkan Pemanfaatan Hasil Penelitian
Tanpa konversi skripsi, tesis, dan KTI jenis lainnya. Maka seluruh KTI hanya berhenti di satu lokasi dan diakses kalangan terbatas. Misalnya KTI hanya tersimpan di repository perguruan tinggi, hanya terpublikasi di jurnal untuk masyarakat ilmiah,dll.
Jika konversi dilakukan, maka hasil penelitian bisa dijamin pemanfaatannya terus berkelanjutan. Sebab bisa diakses lebih banyak orang. Manfaat hasil penelitian dosen kemudian lebih luas lagi.
-
Menunjang Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Hasil penelitian dosen tidak hanya bisa dipublikasikan ke prosiding maupun jurnal. Namun bisa dilakukan konversi agar bisa diterbitkan dalam bentuk buku ilmiah. Buku ilmiah ini bisa dimanfaatkan dosen sebagai pegangan mengajar.
Serta dimanfaatkan mahasiswa sebagai pegangan saat mengikuti perkuliahan dan belajar secara mandiri. Jadi, penelitian dosen bisa ikut berkontribusi langsung dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.
Keuntungan Meningkatkan Poin KUM dengan Konversi KTI
Tak hanya memiliki banyak sekali arti penting. Proses konversi KTI oleh dosen juga memberi banyak sekali keuntungan. Salah satunya membantu dosen mendapat poin KUM lebih maksimal. Berikut penjelasannya:
-
Diversifikasi Sumber Poin Angka Kredit
Menggunakan jasa konversi KTI membantu proses diversifikasi sumber poin angka kredit dosen. Sebab di dalam konversi ini, akan ada 2 jenis KTI yang dihasilkan oleh dosen dari yang sebelumnya hanya satu jenis.
Misalnya, dosen awalnya menyebarluaskan hasil penelitian dengan menerbitkan artikel pada jurnal internasional. Jika tidak dilakukan konversi KTI maka tentu sumber angka kredit dosen hanya dari jurnal internasional tersebut.
Bandingkan jika hasil penelitian juga diterbitkan menjadi buku monograf atau buu referensi. Maka dosen bisa mendapatkan 2 sumber poin angka kredit. Yakni dari jurnal internasional dan buku monograf atau buku referensi tersebut. Jika bisa mendapat 2 sumber angka kredit, kenapa dosen hanya puas dari 1 sumber?
-
Mendapatkan Poin Angka Kredit Tinggi
Keuntungan kedua dari menggunakan layanan konversi tesis maupun KTI jenis lainnya adalah mendapatkan poin angka kredit tinggi. Harus diakui, bahwa publikasi ilmiah memberi sumbangsih poin angka kredit sangat tinggi.
Meski tidak sampai ratusan poin seperti pada ijazah pascasarjana. Namun, jika dibandingkan dengan sumber angka kredit lain sesuai PO PAK. Tentunya publikasi ilmiah mampu menjuarai sumber angka kredit tinggi.
Jadi, dengan konversi KTI seorang dosen bisa memperoleh poin angka kredit tinggi dari setidaknya 2 sumber berbeda. Misalnya mendapat poin 40 angka kredit dari publikasi di jurnal internasional bereputasi dan berdampak. Kemudian mendapat tambahan lagi 20 poin dari penerbitan buku monograf.
-
Akselerasi Kenaikan Jabatan Fungsional
Melakukan konversi karya ilmiah menjadi bagian dari strategi pengembangan karir akademik dosen. Bahkan dengan konversi inilah, seorang dosen memiliki peluang mempercepat kenaikan jabatan dan mempercepat sampai ke puncak karir sebagai Guru Besar (Profesor).
Hal ini dapat terjadi, karena sejalan dengan penjelasan di poin-poin sebelumnya. Pertama, dosen bisa mendapatkan lebih banyak sumber angka kredit dari 1 kali kegiatan penelitian atau pengabdian kepada masyarakat.
Kedua, angka kredit untuk publikasi di prosiding, jurnal ilmiah, dan menerbitkan buku ilmiah terbilang tinggi. Setidaknya paling sedikit di belasna poin dan bisa sampai puluhan poin per publikasi ilmiah. Jadi, mempercepat dosen memenuhi ketentuan KUM untuk eligible mengajukan kenaikan jenjang jabatan fungsional.
-
Efisiensi Sumber Daya yang Dimiliki Dosen
Keuntungan berikutnya dari proses konversi KTI yang dilakukan dosen adalah efisiensi sumber daya. Baik itu waktu yang dimiliki dosen, tenaga, maupun dari aspek biaya.
Konversi KTI membantu dosen mendapat tambahan poin angka kredit tinggi dan mempercepat pencapaian KUM dalam jumlah tertentu. Padahal dosen tidak perlu melakukan banyak kegiatan penelitian.
Satu kegiatan penelitian bisa dipublikasikan ke sedikitnya 2 jenis karya tulis ilmiah. Sehingga lebih hemat tenaga dan sumber daya lain. Selain itu, konversi KTI membantu mempercepat proses penulisan buku karena tidak dilakukan dari nol.
-
Membantu Memenuhi Ketentuan Proporsi Angka Kredit
Keuntungan selanjutnya dari konversi KTI dalam pengaruhnya pada KUM dosen adalah membantu memenuhi ketentuan proporsi. Sesuai kebijakan terbaru di dalam Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025.
Terdapat ketentuan proporsi kegiatan penelitian untuk memenuhi syarat kenaikan jenjang jabatan fungsional. Jadi, dosen tidak bisa hanya mengandalkan poin KUM sudah terpenuhi. Akan tetapi juga memenuhi ketentuan proporsi tersebut.
Secara umum, proporsi kegiatan penelitian harus lebih tinggi. Misalnya, dosen yang ingin naik ke jenjang Lektor harus memiliki angka kredit dari kegiatan penelitian minimal 35%. Konversi membantu dosen memenuhi ketentuan tersebut. Sebab dari 1 kegiatan penelitian bisa memberi 2 sumber angka kredit.
-
Membuka Akses ke Program Hibah
Menggunakan jasa konversi KTI membantu dosen membangun reputasi akademik dan riwayat kepakaran. Tidak hanya dari publikasi di prosiding dan jurnal ilmiah. Akan tetapi juga menerbitkan berbagai buku ilmiah ber-ISBN.
Sehingga membantu mengakses lebih banyak program hibah. Sebab asesor hibah secara umum akan mengecek riwayat publikasi dan kepakaran dosen pengusul. Jika ada cukup banyak publikasi yang relevan. Maka peluang lolos seleksi hibah lebih tinggi.
Dampak lebih luas lagi, dengan meraih program hibah penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Maka dosen semakin produktif menjalankan tri dharma, kemudian berdampak positif pada kinerja. Sekaligus lebih banyak publikasi ilmiah dimiliki dari luaran hibah tersebut yang bervariasi usai melakukan konversi.
-
Meningkatkan Popularitas dan Memperluas Jaringan Akademik
Keuntungan lainnya, konversi KTI yang dikerjakan oleh dosen bisa meningkatkan popularitas. Nama dosen tidak hanya dikenal masyarakat ilmiah leat publikasi di prosiding dan jurnal. Namun juga di masyarakat luas melalui buku-buku ilmiah.
Semakin populer seorang dosen, maka semakin luas jaringan yang dimiliki. Semakin luas jaringan dosen, maka semakin besar kemungkinan menerima lebih banyak tawaran kolaborasi. Sehingga dosen semakin produktif menjalankan tri dharma, menghasilkan lebih banyak publikasi ilmiah, dan meraih poin angka kredit maksimal.
Parafrase Indonesia Hadirkan Layanan Konversi KTI
Dosen di Indonesia mungkin banyak yang mengalami kesulitan dalam proses konversi KTI. Jika ada kesibukan akademik tinggi dan tidak meungkinkan dikerjakan sendiri. Bisa mempertimbangkan Jasa Konversi KTI dari Parafrase Indonesia.
Meskipun ada jasa lain yang menyediakan layanan konversi serupa. Namun, layanan konversi dari Parafrase Indonesia memiliki sejumlah nilai tambah. Diantaranya:
-
Menjadi Pilihan Ratusan Akademisi
Jasa konversi yang disediakan Parafrase Indonesia dijamin kredibel. Sebab bukti, sudah banyak akademisi dari kalangan dosen sampai Profesor yang menggunakan layanan ini.
-
Jaminan Naskah Aman
Jika Anda khawatir naskah hilang, tidak terbit utuh sesuai susunan awal, diakui orang lain, dan sebab lainnya. Maka tidak perlu ragu dengan layanan konversi dari Parafrase Indonesia. Sebab dijamin naskah aman.
-
Dikerjakan Tim Bersertifikasi
Nilai tambah lain dari jasa konversi KTI Parafrase Indonesia adalah dikerjakan tim ahli dan profesional. Serta sudah bersertifikasi BNSP. Sehingga proses penyediaan layanan sampai pengerjaan dijamin profesional dan dikerjakan tim terpercaya.
-
Garansi Plagiasi Rendah
Jika Anda khawatir hasil konversi memiliki skor plagiasi tinggi. Maka Parafrase Indonesia adalah solusi. Sebab hasil konversi KTI yang dikerjakan dijamin punya skor plagiasi rendah. Anda bahkan diberikan bukti hasil cek similarity indeks di Turnitin dan dijamin aman.
-
Siap Terbit Sesuai Standar Ditjen Dikti
Parafrase Indonesia juga memastikan naskah buku ilmiah hasil konversi KTI siap terbit. Susunan naskah akan mengikuti ketentuan struktur dari buku ilmiah. Sekaligus terbit ber-ISBN dan diterbitkan penerbit kredibel anggota IKAPI.
Sehingga, buku hasil konversi dijamin aman dan diakui Ditjen Dikti. Sekaligus bisa masuk pelaporan BKD, memenuhi BKD, dan memberi tambahan poin angka kredit sesuai ketentuan.
Parafrase Indonesia melayani jasa konversi KTI dari skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan sebagainya menjadi buku ilmiah siap terbit. Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi tautan berikut.
