MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) perdana, sebuah forum evaluasi strategis yang mengonsolidasikan hasil Audit Mutu Internal (AMI) dan merumuskan langkah perbaikan komprehensif untuk peningkatan mutu akademik.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Pinisi UNM ini dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan fakultas, pimpinan jurusan, ketua program studi (Prodi), dan seluruh Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Program Studi. RTM ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil AMI yang mencakup sepuluh program studi di lingkungan FIS-H, di mana setiap Prodi memaparkan aspek kelemahan dan keunggulan dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian, SDM, hingga kemahasiswaan.
Instrumen Penting Penjaminan Mutu
Dekan FIS-H, Dr. H. Supriadi Torro, M.Si., yang membuka kegiatan, menegaskan bahwa RTM adalah instrumen penting untuk memastikan siklus penjaminan mutu berjalan konsisten sesuai standar universitas dan kebutuhan pengembangan fakultas.
“Forum ini bukan sekadar laporan rutin. RTM menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat sejauh mana kekuatan kita bertumbuh dan di mana letak tantangan yang harus dibenahi. FIS-H harus bergerak dengan data, evaluasi, dan komitmen yang kuat,” ujar Dr. Supriadi.
Ia menambahkan bahwa hasil temuan AMI tahun ini menunjukkan peluang besar untuk memperkuat integrasi Tridharma, terutama pada pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Isu Strategis dan Rencana Tindak Lanjut
Dalam sesi pemaparan, sejumlah isu strategis muncul sebagai perhatian utama.
-
Bidang Pendidikan: Ditemukan perlunya optimalisasi integrasi penelitian dosen dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), peningkatan kompetensi bahasa Inggris, serta penguatan peran pembimbing akademik.
-
Bidang Penelitian: Minimnya jumlah riset berskala nasional dan internasional menjadi catatan penting yang dipandang perlu ditindaklanjuti melalui skema pendampingan dan dukungan kebijakan fakultas.
-
Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM): Skala dan dampak kegiatan PkM dinilai masih perlu diperluas melalui kemitraan berbasis komunitas, dukungan dana lebih kuat, serta pendampingan metodologis untuk meningkatkan kualitas luaran.
-
Tata Kelola dan SDM: Beberapa Prodi melaporkan keterbatasan fasilitas dasar, perlunya pembaruan data kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta kebutuhan penguatan jurnal program studi.
-
Bidang Kemahasiswaan: Forum menyoroti pentingnya memperkuat integrasi kegiatan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dengan program studi serta mendorong prestasi mahasiswa melalui kebijakan konversi prestasi yang lebih terarah.
RTM menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut yang akan diturunkan ke level jurusan dan program studi. Fakultas menargetkan seluruh tindak lanjut dapat dieksekusi pada semester yang akan datang, terutama tahun ajaran baru 2026.
Dr. Supriadi menekankan bahwa forum seperti ini akan menjadi agenda tetap fakultas. “Kita ingin memastikan seluruh temuan tidak hanya berhenti di laporan. Mutu harus bergerak, berubah, dan tumbuh. FIS-H berada di jalur itu,” tutupnya.
Dengan penyelenggaraan RTM pertama ini, FIS-H UNM menandai langkah strategis menuju tata kelola akademik yang lebih solid, terukur, dan berbasis pemetaan mutu yang komprehensif, sekaligus memperkuat komitmen dalam menciptakan ekosistem akademik yang unggul dan responsif terhadap tantangan pendidikan tinggi. (**)
