JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menunggu kabar dari perusahaan impian seringkali terasa lebih berat daripada ujian skripsi. Namun, di tengah tren ghosting rekrutmen yang mencapai 78% di awal 2026, pencari kerja dituntut untuk lebih taktis dan menjaga kesehatan mental.
Berikut adalah panduan “Elegant Exit” agar Anda tetap profesional dan mental tetap terjaga:
Terapkan Aturan 7 Hari Kerja
Jika setelah wawancara user tidak ada kabar selama satu minggu, jangan ragu mengirimkan follow-up email yang sopan. Tanyakan perkembangan proses rekrutmen dengan nada antusias, bukan menuntut.
Jangan Berhenti di Satu Pintu
Kesalahan terbesar adalah berhenti melamar karena merasa “pasti diterima” di satu perusahaan. Prinsipnya: Anda belum punya pekerjaan sampai kontrak resmi ditandatangani. Tetaplah melamar ke tempat lain meski sudah masuk tahap final.
Evaluasi, Bukan Menyalahkan Diri
Jika tetap tidak ada kabar, jadikan itu bahan evaluasi. Apakah ada jawaban saat interview yang kurang pas? Atau portofolio yang perlu diperbarui? Gunakan waktu tunggu untuk up-skilling gratis di platform seperti YouTube atau Coursera.
Kelola Ekspektasi
Anggaplah setiap interview sebagai sarana latihan (free trial) untuk meningkatkan kemampuan bicara Anda. Dengan begitu, hasil negatif tidak akan terlalu menjatuhkan mental Anda.
Tips untuk edunewser, respon perusahaan adalah cerminan budaya kerja mereka. Jika mereka tidak menghargai waktu Anda saat rekrutmen, mungkin itu bukan tempat kerja yang sehat untuk Anda.
