MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Rumah Tahfidz Ibnu Amir bersama Yayasan Nurul Yaqin menyelenggarakan kegiatan Tasyakkuran Hafalan di Masjid Nurul Yaqin Kampung Jangka pada Ahad (8/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum syukur atas capaian para santri dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus ajang silaturahmi antara pengelola, guru, santri, dan orang tua.
Acara berlangsung sejak pagi hari sesuai susunan kegiatan (rundown), diawali registrasi, persiapan, pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nur Asyila, laporan Ketua Panitia Ust. Muhammad Faujan, kemudian sambutan Pembina Rumah Tahfidz Ust. Nasharuddin, S.Pd., M.Sc. Prosesi dilanjutkan dengan Prosesi Tasyakkuran Hafalan oleh para santri, sambutan Ketua Yayasan H. Adnan, S.Pd., M.Pd, pesan dan kesan orang tua santri oleh Bapak Awayundu Said, S.Pd., M.Pd, Motivasi Qur’an dan Doa Bersama oleh Ust. La Sahidin, Lc., M.Pd (Dosen Al-Biir Unismuh Makassar), penutup, serta foto bersama.
Sebanyak 33 santri diwisuda dalam kegiatan ini, dengan capaian hafalan yang beragam mulai dari hafalan 1 juz hingga lebih dari satu juz, seperti Juz 30, Juz 29–30, Juz 1–2, hingga Juz 3–4. Peserta berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah atas yang menyantri di Rumah Tahfidz Ibnu Amir maupun Rumah Tahfidz Nurul Yaqin. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi empat rumah tahfidz binaan.
Pembina Rumah Tahfidz Ibnu Amir dan Nurul Yaqin, Ust. Nasharuddin, S.Pd., M.Sc, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah setelah proses panjang pembinaan.
“Tasyakkuran hafalan ini adalah bagian dari upaya mensyukuri apa yang Allah berikan. Prosesnya panjang dan penuh perjuangan, baik dari guru, santri, orang tua maupun pengelola. Anak-anak menghafal sedikit demi sedikit, huruf per huruf, ayat per ayat hingga menjadi satu surah bahkan satu juz atau lebih. Itulah yang kami maksud dengan menyulam hafalan. Kami berharap hafalan Al-Qur’an ini menjadi cahaya bagi keluarga, menerangi rumah melalui lantunan ayat-ayat suci, murojaah, dan menghadirkan keberkahan yang diridhai Allah SWT,” ujar Ust. Nasharuddin.
Tema kegiatan, “Menyulam Hafalan, Menghadiahkan Cahaya bagi Keluarga”, menggambarkan filosofi proses menghafal Al-Qur’an yang dilakukan bertahap dan berkesinambungan hingga memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan. Para santri yang mengikuti tasyakkuran juga telah melalui proses pembinaan dan pengujian kualitas hafalan oleh para guru.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh santri, guru, panitia, serta orang tua yang hadir dalam suasana haru dan penuh syukur.
