JAKARTA, EDUNEWS.ID– Peringatan Hari Dosen Nasional pada 3 Februari menjadi momentum refleksi atas peran strategis dosen dalam pembangunan bangsa, sekaligus pengingat atas berbagai tantangan yang masih dihadapi dosen di Indonesia.
Hari Dosen Nasional merujuk pada peristiwa Aksi Nasional Dosen ASN tahun 2025 yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas). Aksi tersebut menjadi simbol bangkitnya kesadaran kolektif dosen dalam memperjuangkan martabat profesi, keadilan, serta kesejahteraan yang layak sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan tinggi.
Ketua Umum ADAKSI menegaskan bahwa peringatan Hari Dosen Nasional tidak boleh dimaknai sekadar seremoni.
“Hari Dosen Nasional adalah momentum untuk meneguhkan integritas, keberanian, dan keterbukaan dosen dalam menjaga marwah pendidikan tinggi. Dosen yang kuat secara nilai dan kesejahteraan adalah fondasi utama Indonesia yang maju,” ujar Ketua Umum ADAKSI dalam keterangannya, Senin (3/2/2026).
Dengan mengusung tema “Dosen Kuat, Indonesia Maju”, ADAKSI menilai dosen memiliki peran sentral sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Peran tersebut menempatkan dosen sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Namun demikian, peringatan tahun ini juga berlangsung di tengah sorotan terhadap ketidakpastian kesejahteraan dan beban kerja dosen yang dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan dukungan kebijakan yang memadai.
ADAKSI berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan Hari Dosen Nasional sebagai titik tolak penguatan komitmen terhadap perlindungan profesi, peningkatan kesejahteraan, serta penciptaan iklim akademik yang adil dan berkelanjutan. (*)
