JAKARTA, EDUNEWS.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026). Setelah mencetak rekor tertinggi baru pada hari sebelumnya, indeks hari ini diprediksi akan menguji level psikologis di rentang 9.032 hingga 9.100.
Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1), IHSG parkir di zona hijau dengan kenaikan 0,72% ke posisi 8.948,30. Penguatan ini ditopang oleh volume beli yang signifikan dan performa sektor basic (bahan baku). Nilai transaksi harian pun tercatat sangat jumbo mencapai Rp 33,5 triliun.
Analisis Teknis dan Sentimen Pasar
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG saat ini berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii]. Kondisi ini membuka ruang penguatan lebih lanjut.
“IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.032-9.100,” ujar Herditya. Ia menetapkan level support di 8.839 – 8.806 dan resistance di 8.996 – 9.034.
Senada, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat terbatas di rentang 8.760-9.000. Associate Director Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus, menyebut pasar saat ini sedang menantikan data inflasi Amerika Serikat untuk mengintip arah kebijakan suku bunga The Fed.
“Pasar berekspektasi ada dua kali penurunan suku bunga oleh The Fed tahun ini yang dimulai pada Juni 2026,” kata Nico.
Rekomendasi Saham Pilihan
Berdasarkan riset dua sekuritas tersebut, berikut adalah daftar saham yang menarik untuk dicermati investor hari ini:
1. Pilihan MNC Sekuritas (Teknikal):
-
AADI (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk): Buy on Weakness (7.275-7.425) | Target: 7.575, 7.850.
-
AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk): Buy on Weakness (7.300-7.900) | Target: 8.475, 8.775.
-
MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk): Buy on Weakness (1.430-1.490) | Target: 1.605, 1.650.
-
MLPL (PT Multipolar Tbk): Buy on Weakness (143-150) | Target: 163, 177.
2. Pilihan Pilarmas Investindo Sekuritas:
-
JPFA (PT Japfa Comfeed Tbk)
-
MINA (PT Sanurhasta Mitra Tbk)
-
INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk)
