Ekonomi

IHSG Rekor Lagi di 9.075! Mahasiswa dan Anak Muda Wajib Tahu Strategi Investasi di Tahun 2026

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pasar modal Indonesia tengah berada dalam masa keemasannya. Menutup perdagangan pekan ini, Jumat (16/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah dengan parkir di level 9.075,41. Lonjakan ini disambut meriah, namun juga menjadi tantangan besar bagi investor muda agar tidak sekadar menjadi “penonton” di tengah euforia pasar.

Kenaikan yang menembus angka 9.000 ini mencerminkan kuatnya arus modal yang masuk ke Indonesia, didorong oleh stabilitas politik dan ekonomi serta adopsi teknologi yang masif di berbagai sektor emiten.

Jangan Cuma FOMO, Utamakan Literasi

Bagi mahasiswa dan generasi muda yang saat ini mendominasi jumlah investor ritel di Indonesia, angka 9.075 adalah sinyal positif sekaligus pengingat. Pakar edukasi keuangan, Aris Munandar, menekankan bahwa musuh terbesar anak muda saat pasar sedang bullish (menguat) adalah fenomena FOMO (Fear of Missing Out).

“IHSG di level 9.075 adalah prestasi besar bagi bursa kita. Tapi untuk anak muda, jangan sampai membeli saham hanya karena melihat screenshot profit orang lain di media sosial. Strategi utama di tahun 2026 adalah kembali ke fundamental: beli perusahaan yang kalian mengerti produk dan bisnisnya,” ujar Aris kepada edunews.id, Jumat (16/1/2026).

Menavigasi Pasar di Tengah Rekor Tertinggi

Melihat kondisi pasar yang sudah berada di level historis ini, anak muda perlu menerapkan strategi investasi yang lebih dewasa dan terukur. Pendekatan yang paling disarankan adalah mulai membiasakan diri dengan metode investasi rutin atau menabung saham secara berkala ketimbang memasukkan seluruh modal sekaligus. Langkah ini jauh lebih aman untuk memitigasi risiko fluktuasi harga di level tinggi, terutama bagi mahasiswa yang memiliki modal terbatas.

Selain itu, pemilihan sektor juga menjadi kunci utama di tahun 2026. Generasi muda diharapkan lebih jeli melirik emiten yang berfokus pada masa depan, seperti industri energi terbarukan dan infrastruktur digital yang berbasis kecerdasan buatan. Memahami prospek jangka panjang perusahaan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan harian yang bersifat spekulatif.

Paling mendasar, kedisiplinan dalam menggunakan “dana dingin” atau uang yang tidak dialokasikan untuk kebutuhan pokok tetap menjadi syarat mutlak. Dengan menggunakan dana menganggur, psikologis investor muda akan tetap tenang dan tidak mudah panik saat pasar mengalami koreksi sehat, sehingga keputusan yang diambil tetap rasional dan berbasis data.

Peran Kampus dan Galeri Investasi

Peningkatan IHSG ke level 9.075 ini juga diharapkan memicu semangat kampus-kampus di Indonesia untuk lebih aktif menggalakkan Galeri Investasi BEI. Pendidikan pasar modal sejak dini dianggap sebagai kunci agar generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemilik dari perusahaan-perusahaan besar yang melantai di bursa.

“Tahun 2026 bukan lagi zamannya coba-coba. Dengan data yang sudah terintegrasi AI, mahasiswa punya alat analisis yang lebih canggih. Gunakan itu untuk memilih saham yang punya masa depan,” tambah Aris.

Dengan IHSG yang kini menguji level baru, masa depan keuangan generasi muda Indonesia terlihat cerah, asalkan dibarengi dengan disiplin dan kemauan untuk terus belajar. (*/red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top