SURABAYA, EDUNEWS.ID– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggerus alokasi anggaran pendidikan di kementeriannya. Hal ini disampaikan Mu’ti guna meluruskan kekhawatiran publik mengenai keberlanjutan program prioritas pendidikan lainnya.
Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur pada Jumat (20/2/2026), Mu’ti menyatakan bahwa anggapan tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan justru mengalami kenaikan setelah adanya program MBG karena mendapatkan dukungan tambahan dari Presiden. Saat ini, Kemendikdasmen bahkan tengah mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dalam APBN tahun berjalan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti dalam keterangan resminya.
Dalam rapat yang juga dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta jajaran kepala daerah tersebut, Mu’ti memaparkan data realisasi program hingga 18 Februari 2026. Tercatat sebanyak 43,17 juta peserta didik di 280.023 satuan pendidikan telah menerima manfaat program ini. Menurutnya, cakupan yang luas tersebut menunjukkan pengaruh positif dan nyata bagi kondisi siswa di lapangan.
Mu’ti menjelaskan bahwa kebijakan makan bergizi ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Baginya, pemberian nutrisi bukan sekadar urusan fisik, melainkan instrumen pembentukan karakter siswa. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah juga melakukan perbaikan sarana sekolah secara masif. Sepanjang tahun 2025, tercatat rehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 sekolah serta pembangunan 6.686 ruang UKS sebagai fondasi pola hidup bersih.
“Alhamdulillah anggaran pendidikan naik. Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya perhatian Bapak Presiden terhadap pendidikan itu sangat besar, anggarannya masih signifikan,” tambah sosok yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut. (*)
